Transformasi Pemuda dalam Menunjang Perubahan Menuju Batola Satu Berkelanjutan
KALAU bisnis bisa tumbuh dari peluang, maka perubahan bisa tumbuh dari kepedulian.
KALAU bisnis bisa tumbuh dari peluang, maka perubahan bisa tumbuh dari kepedulian.
Kalimat itu menjadi pengingat bagi saya bahwa setiap gerakan besar lahir dari niat baik dan keberanian untuk peduli. Perubahan tidak selalu dimulai dari mereka yang hebat, tetapi dari mereka yang berani bermimpi dan bertindak, meski dari langkah kecil.”
Transformasi pemuda adalah fondasi utama dalam membangun Batola Satu yang berkelanjutan. Saya adalah seorang pemuda yang tumbuh di Barito Kuala, melalui perjalanan bertumbuh dan berkembang dalam proses implementasi inovasi serta aksi-aksi kecil yang pernah dijalani.
Melalui keterlibatan di berbagai kegiatan lingkungan, kewirausahaan, dan pengembangan pemuda, saya melihat bahwa Batola memiliki sumber daya alam dan manusia yang berpotensi besar, unik, dan berkarakter.
Setiap desa di Batola memiliki keistimewaan tersendiri, ada yang kuat di sektor pertanian, ada yang berkembang melalui budaya dan wisata, dan ada pula yang menonjol lewat hasil perkebunan khas seperti jeruk dan nanas lokal.
Jika semua potensi itu dirangkai dalam satu bingkai, Batola bukan hanya akan tampak indah secara visual seperti cuplikan video dokumenter, tetapi juga akan terlihat sebagai daerah dengan identitas kuat dan nilai hidup yang khas.
Karakter geografis yang didominasi air, lahan rawa, serta tumbuhan alami seperti purun tikus, memberi warna tersendiri, menjadikan Batola daerah dengan keunikan ekologis sekaligus tantangan lingkungan yang nyata.
Sebagai seorang pemuda yang tumbuh di tengah dinamika itu, saya percaya bahwa masa depan Batola tidak ditentukan oleh kondisi alam, melainkan oleh cara generasinya beradaptasi dan berinovasi.
Ketika banyak anak muda memilih meninggalkan desa demi peluang di kota, masih ada sebagian yang memilih tinggal dan berkontribusi untuk daerah.
Tantangan seperti tanah yang asam, perubahan iklim, dan pengelolaan sampah bukan lagi masalah biasa, melainkan panggilan bagi untuk bergerak.
Di sinilah peran pemuda harus muncul, bukan hanya sebagai penerus, tetapi sebagai penggerak transformasi menuju Batola Sejahtera, Agamis, Terpadu, dan Unggul.
Berbicara tentang perubahan lingkungan tidak bisa dilepaskan dari aspek ekonomi dan sosial. Saya percaya kepada konsep green entrepreneurship atau kewirausahaan hijau yang menggabungkan potensi lokal dan keunikan daerah menjadi sesuatu yang memiliki nilai jual dan nilai sosial sekaligus.
Melalui pengalaman membangun program seperti Sociopreneur Impact Innovator Bootcamp (SIIB) dan Local Skill, saya belajar bahwa perubahan besar dimulai dari langkah kecil.
Dalam setiap sesi pelatihan, saya selalu mengajak anak muda untuk berpikir kritis, memecahkan masalah, dan membuka sudut pandang baru tentang bagaimana ide sederhana bisa berdampak pada sekitar, baik secara sosial maupun ekologis.
Pemuda dapat menjadi pionir perubahan, bukan sekadar konsumen tren global, tetapi local heroes yang berperan aktif mendukung indeks pembangunan pemuda, bersinergi dengan desa dan pemerintah setempat.
Dalam langkah lain, aksi menjaga lingkungan juga harus terhubung dengan semangat kolaboratif. Program seperti Clean Hunter yang pernah saya gagas menjadi contoh bahwa membersihkan lingkungan bukan hanya tentang mengangkat sampah, tetapi juga menanamkan kesadaran dan kebiasaan positif di tengah masyarakat.
Tantangan terbesar sekarang bukan kepada fasilitas, kebijakan, ataupun aksi semata, melainkan karakter kebiasaan yang sering mengabaikan tanggung jawab terhadap lingkungan. Oleh karena itu, dalam setiap kegiatan perlu melibatkan siswa, komunitas, dan siapa pun yang peduli untuk bergerak bersama.
Gerakan ini sejalan dengan nilai Terpadu dalam visi Batola Satu bahwa pembangunan sejati tidak bisa berjalan sendiri. Ketika pemuda bersinergi dengan masyarakat dan pemerintah, setiap aksi dan langkah kecil dapat menciptakan gelombang besar bagi perubahan kita bersama.
Sebuah inovasi tidak akan berarti tanpa karakter dan nilai. Batola bukan hanya ingin menjadi daerah yang sejahtera secara ekonomi, tetapi juga agamis dan beridentitas. Di sinilah pentingnya pemuda menjaga akar moral serta budaya lokal.
Dalam setiap pelatihan, kami selalu menanamkan prinsip bahwa membangun diri harus sejalan dengan membangun nilai. Pemuda yang unggul bukan sekadar pandai berbicara atau berinovasi, tetapi juga memiliki integritas dan empati. Nilai-nilai inilah yang membuat gerakan sosial dan lingkungan menjadi bermakna serta berkelanjutan.
Makanya penting bagi pemuda untuk mendapatkan pendampingan dan pelatihan yang memberi mereka ruang untuk bertumbuh, mulai dari memahami diri, karakter, sikap, dan impian, hingga mampu mengenali potensi serta keterampilan yang dimiliki.
Kita mungkin lahir di lingkungan dengan berbagai tantangan, tetapi kita memiliki potensi besar untuk menciptakan perubahan. Dengan kreativitas, kolaborasi, dan semangat kewirausahaan, pemuda Batola dapat menjadi motor penggerak menuju pembangunan berkelanjutan yang tidak hanya memikirkan hari ini, tetapi juga masa depan.
Menjadi pemuda Batola hari ini berarti berani keluar dari zona nyaman dan menciptakan dampak nyata. Kita tidak perlu menunggu sempurna untuk memulai, karena perubahan tidak lahir dari rencana besar, melainkan dari tindakan kecil yang konsisten.
Melalui semangat pemuda dan kolaborasi lintas generasi, kita belajar bahwa menjaga alam dan membangun ekonomi bisa berjalan beriringan. Maka dari itu, gerakan yang harus kita mulai hari ini adalah bagaimana agar setiap pemuda di setiap titik Batola memiliki kesempatan dan akses yang sama untuk bertumbuh, belajar, dan berkompetisi.
Mereka perlu ruang untuk berdaya, berinovasi, dan mengembangkan potensi maksimal yang dimiliki, agar lahir generasi yang berkualitas, berdaya saing, dan siap membawa perubahan nyata.
Dari tangan-tangan muda Batola, masa depan yang Sejahtera, Agamis, Terpadu, dan Unggul bukan sekadar visi, melainkan kenyataan yang sedang ditanam, rawat, dan ditumbuhkan bersama.
Saya membuktikan bahwa proses bertumbuh dan berkembang memberikan ruang untuk menjadi pribadi yang kuat dan berdampak bagi sesama.
Dari perjalanan itu saya belajar bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berhenti, tetapi pijakan untuk melangkah lebih jauh. Di tengah kekurangan, saya menemukan kekuatan untuk berbuat dan memberi arti.
Saya ingin pembuktian ini tidak berhenti kepada diri saya saja, tetapi menjadi jalan baru bagi siapa pun, khususnya para pemuda, agen perubahan yang akan membawa semangat inovasi dan kepedulian untuk Batola, Kalimantan Selatan, dan Indonesia. Sejatinya perubahan besar selalu dimulai dari hati-hati muda yang berani bermimpi dan bertindak.
Oleh: Ramadhansyah
(Mahasiswa kelahiran dan tinggal di Desa Tabing Rimbah, Kecamatan Mandastana, Barito Kuala. Tiga besar Pertukaran Pemuda Antar Provinsi (PPAP) 2025 perwakilan Kalimantan Selatan)
Catatan Redaksi:
Artikel opini ini merupakan pandangan pribadi penulis. Redaksi memberikan ruang bagi pembaca untuk mengekspresikan gagasan dan pandangan sepanjang sesuai dengan kaidah jurnalistik dan etika publikasi.