Upaya Tekan Banjir, Banjarmasin Fokus Normalisasi Sungai dan Perluas Resapan

Berbagai upaya dilakukan Pemkot Banjarmasin untuk menanggulangi banjir yang tak kunjung surut.

Jan 10, 2026 - 17:40
Jan 10, 2026 - 17:40
Upaya Tekan Banjir, Banjarmasin Fokus Normalisasi Sungai dan Perluas Resapan
Wali Kota Banjarmasin, H Muhammad Yamin, meninjau SDN Sungai Lulut 8 yang terdampak banjir. Foto: Prokopim Banjarmasin

KABARKALSEL.COM, MARABAHAN - Berbagai upaya dilakukan Pemkot Banjarmasin untuk menanggulangi banjir yang tak kunjung surut.

Salah satu yang akan dilakukan adalah normalisasi aliran sungai di Sungai Gampa, Kelurahan Sungai Jingah, Kecamatan Banjarmasin Utara. 

Didasari hasil pemetaan geospasial, ditemukan sejumlah titik penyempitan dan pendangkalan alur yang berpotensi memperparah genangan ketika debit air meningkat.

Diketahui sebagian Banjarmasin terdampak banjir rob sejak 1 Januari 2026, setelah air pasang laut melebihi ambang batas atau sekitar 3,1 di atas permukaan laut.

"Normalisasi sungai menjadi solusi banjir berkelanjutan," ungkap Wali Kota Banjarmasin, H Muhammad Yamin, ketika meninjau lokasi terdampak banjir di Sungai Gampa dikutip dari Antara, Sabtu (10/01/2026).

"Normalisasi Sungai Gampa hingga terhubung ke Sungai Alalak diharapkan mampu meningkatkan daya tampung air, memperlancar aliran sungai, serta mengurangi risiko banjir yang berdampak kepada permukiman warga dan fasilitas umum," imbuhnya.

Selain upaya normalisasi, masyarakat juga diingatkan agar memperhatikan bangunan di sekitar sungai dan tidak menutup alur air.

"Tentunya normalisasi sungai membutuhkan biaya besar. Ini harus menjadi kerja bersama. Sungai yang lebar dan tidak dangkal akan menjadi tampungan air terbaik ketika debit air tinggi," tukas Yamin.

Tidak hanya normalisasi, juga diupayakan perluasan daerah resapan air untuk pengendalian banjir. Lokasi yang dicanangkan di antaranya Pulau Insan di Jalan Zafri Zamzam dan Sungai Belitung.

Pulau Insan merupakan aset lama milik Pemkot Banjarmasin yang memiliki potensi besar, seandainya ditata dan dikembangkan lebih baik.

"Ini aset yang sebelumnya tidak terpakai dan tidak dimanfaatkan. Padahal Pulau Insan terletak di lokasi yang bagus dan sayang kalau dibiarkan. Direncanakan segera dibersihkan dan dirapikan," papar Yamin.

"Pulau Insan dapat dijadikan tempat wisata, sekaligus ruang retensi dan penampungan air untuk Rawasari, Kerokan hingga Sungai Sutoyo. Makanya pengerukan akan dimaksimalkan kembali," tambahnya.

Adapun material hasil pengerukan tidak akan terbuang sia-sia, melainkan dimanfaatkan untuk penataan kawasan agar lebih asri dan bernilai estetika.

Sementara pengerukan Sungai Belitung juga bertujuan meningkatkan kapasitas tampung sungai dan memperlancar aliran air, terutama ketika curah hujan tinggi.