Jalan Veteran Sungai Lulut Kembali Ambles, PUPR Kalsel Melakukan Penanganan Sementara

Kerusakan badan Jalan Veteran Kilometer 5,5, Kelurahan Sungai Lulut, Kecamatan Banjarmasin Timur, Banjarmasin, telah diatensi Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalimantan Selatan.

Jul 15, 2026 - 16:55
Jul 15, 2026 - 17:46
Jalan Veteran Sungai Lulut Kembali Ambles, PUPR Kalsel Melakukan Penanganan Sementara
Kerusakan badan Jalan Veteran Kilometer 5,5, Kelurahan Sungai Lulut, Kecamatan Banjarmasin Timur, Banjarmasin, telah diatensi Dinas PUPR Kalimantan Selatan. Foto: Media Center Kalsel

KABARKALSEL.COM, BANJARMASIN - Kerusakan badan Jalan Veteran Kilometer 5,5, Kelurahan Sungai Lulut, Kecamatan Banjarmasin Timur, Banjarmasin, telah diatensi Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalimantan Selatan.

Hasil pengamatan awal menunjukkan kerusakan bukan semata-mata terjadi di lapisan aspal. Penyebab utama diduga berasal dari gerusan tebing sungai yang terus mengikis tanah di bawah badan.

Sebagai langkah awal, Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kalsel telah memasang rambu peringatan dan perangkat pengaman lalu lintas di lokasi agar pengguna jalan lebih berhati-hati.

Dalam waktu bersamaan, tim teknis bersama konsultan diterjunkan untuk melakukan investigasi lapangan guna memastikan tingkat kerusakan dan menentukan metode penanganan.

Selanjutnya akan dilakukan penanganan awal dengan membongkar bagian jalan yang mengalami kerusakan, sebelum memperkuat struktur tanah.

"Lapisan yang rusak akan dibongkar, kemudian dipasang cerucuk dan geotekstil sebelum dilakukan penghamparan kembali. Setelah kondisi tanah dinyatakan stabil, baru dilakukan pengaspalan," papar Kepala Dinas PUPR Kalsel, Yasin Toyib, Rabu (15/07/2026).

Metode perbaikan yang disiapkan meliputi pengupasan lapisan perkerasan, lalu pemasangan pancang galam sebagai penahan galian.

Kemudian penggalian hingga kedalaman sekitar 2,5 meter sesuai kondisi dasar sungai, pemasangan geotekstil secara bertahap, hingga pengisian batu pecah sebagai penguat struktur.

"Proses tersebut dilakukan bertahap agar pergerakan tanah dapat terus dipantau. Diperkirakan pekerjaan membutuhkan waktu sekitar 3 minggu hingga sebulan sampai kondisi jalan kembali aman dilalui kendaraan," beber Yasin.

"Kami juga berkoordinasi dengan Forum Lalu Lintas untuk mempertimbangkan penutupan sementara ruas jalan selama proses perbaikan berlangsung," sambungnya.

Meski demikian, masyarakat masih dapat menggunakan jalur alternatif via Kompleks Rahayu, sehingga dampak terhadap mobilitas diharapkan tidak terlalu besar.

Perbaikan Jalan Veteran bukan pekerjaan sederhana. Selain berada di kawasan permukiman padat dengan ruang kerja yang terbatas, ruas tersebut merupakan jalur utama penghubung pusat kota ke Kelurahan Sungai Lulut.

Kondisi tersebut membuat mobilisasi alat berat, penyimpanan material, hingga pelaksanaan pekerjaan konstruksi menjadi lebih sulit dibandingkan proyek jalan umumnya.

Pun penutupan jalan dalam waktu lama juga berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat dan perekonomian di kawasan sekitar.

"Sebenarnya penanganan seperti overlay perkerasan maupun perbaikan lapis pondasi agregat belum menyentuh penyebab utama," tukas Yasin.

"Untuk jangka panjang, diperlukan pembangunan struktur pengaman tepi sungai seperti dinding penahan tanah atau pile slab, sehingga badan jalan tidak lagi kehilangan daya dukung akibat erosi," tambahnya.

Sebelum proyek permanen dilaksanakan, terlebih dulu dilakukan investigasi teknis melalui survei visual, pemetaan retakan, pengujian struktur perkerasan menggunakan test pit, core drill, Dynamic Cone Penetrometer (DCP), hingga penyelidikan kondisi tanah dasar.

"Hasil investigasi tersebut akan menjadi dasar dalam menentukan metode konstruksi yang paling efektif agar kerusakan tidak terus berulang," tegas Yasin.

Dalam analisis sementara, aituasi di Jalan Veteran memiliki pola serupa dengan kerusakan Jalan Martapura Lama dan Jalan Lampihong-Paringin beberapa waktu lalu.

"Jalan yang berada di sekitar bantaran sungai memang memiliki karakteristik rentan mengalami penurunan di musim kemarau," beber Yasin. 

"Ketika tanah yang sebelumnya jenuh air mulai mengering, ikatan antarpartikel tanah melemah sehingga lebih mudah turun ketika menerima beban," tutupnya.