Memperkuat Penanganan Karhutla, PT PBB Launching Masyarakat Peduli Api

Komitmen pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali diperlihatkan Julong Group melalui PT Putra Bangun Bersama (PBB).

Jul 16, 2026 - 15:29
Jul 16, 2026 - 23:41
Memperkuat Penanganan Karhutla, PT PBB Launching Masyarakat Peduli Api
Inspeksi sarana penanggulangan karhutla yang dipersiapkan PT Putra Bangun Bersama (PBB) seusai Apel Siaga dan Simulasi Tanggap Darurat Karhutla, Kamis (16/07/2026). Foto: Kabar Kalael

KABARKALSEL.COM, MARABAHAN – Komitmen pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali diperlihatkan Julong Group melalui PT Putra Bangun Bersama (PBB).

Salah satunya melalui pelaksanaan Apel Siaga dan Simulasi Tanggap Darurat Karhutla di wilayah operasional perusahaan, Kamis (16/07/2026).

Selain jajaran perusahaan, apel di antaranya juga dihadiri Bupati Barito Kuala (Batola) H Bahrul Ilmi, Kapolres Batola AKBP Susilawati, Kapolres Tapin Weldy Rozika, serta Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunak) Kalsel Suparmi.

Selain pengecekan kesiapan personel dan peralatan penanggulangan karhutla, juga diserahkan bantuan peralatan pemadam kebakaran kepada lima desa dan Tim Reaksi Cepat (TRC) Bakumpai.

Desa penerima bantuan meliputi Desa Sinar Baru, Sungai Rasau, dan Simpang Nungki di Kecamatan Cerbon, Batola, serta Desa Sungai Salai dan Kaladan di Kecamatan Candi Laras Utara, Tapin.

"Karhutla dapat menimbulkan kerugian besar terhadap lingkungan, kesehatan masyarakat, aktivitas ekonomi, keselamatan, hingga kehidupan sosial. Artinya pencegahan harus menjadi prioritas utama," papar Rahmad Ade Hidayatullah selaku Vice Director Julong Group Kalimantan Selatan.

"Kesiapsiagaan harus dilakukan sebelum kebakaran terjadi. Mulai dari kesiapan personel, penyediaan sarana dan prasarana, pemantauan kondisi lapangan, pengelolaan sumber air, patroli rutin, sosialisasi, hingga pelibatan aktif masyarakat," imbuhnya.

Sebagai bentuk tanggung jawab perusahaan terhadap lingkungan, PT PBB secara konsisten menerapkan zero burning policy atau larangan menggunakan api dalam kegiatan pembukaan maupun pengelolaan lahan.

"Kebijakan tersebut bukan sekadar aturan administratif, tetapi menjadi prinsip yang wajib dijalankan oleh seluruh jajaran perusahaan, mulai dari manajemen, karyawan, hingga seluruh mitra kerja," tegas Ade.

Kapolres Barito Kuala, AKBP Susilawati, menyerahkan bantuan alat pemadam kebakaran yang diadakan PT PBB untuk masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan, Kamis (16/07/2026). Foto: Kabar Kalsel

"Kekuatan utama dalam mencegah karhutla bukan hanya peralatan yang tersedia, tetapi juga kesadaran, kepedulian, dan kerja sama seluruh pihak. Selanjutnya kami mengajak semua elemen masyarakat bersama-sama menjaga wilayah dari ancaman karhutla," sambungnya.

Menandai komitmen kolaborasi, PT PBB melakukan penandatanganan nota kesepahaman pembentukan dan pembinaan Masyarakat Peduli Api (MPA) bersama desa-desa di sekitar wilayah operasional perusahaan.

Melalui kerja sama tersebut, PT PPB memfasilitasi pembentukan MPA, memberikan bantuan sarana dan prasarana pemadam kebakaran, serta menyelenggarakan berbagai pelatihan.

Juga diluncurkan Desa Bebas Api sebagai bentuk apresiasi kepada desa-desa mitra yang berhasil menjaga wilayah tetap bebas dari karhutla selama satu musim kemarau.

Apabila mampu mempertahankan zero fire atau zero hotspot, setiap desa akan memperoleh dana stimulus pembangunan melalui Corporate Social Responsibility (CSR) sebesar Rp5 juta. 

"Dana tersebut dapat dimanfaatkan untuk pembangunan fasilitas umum maupun kegiatan kemasyarakatan," beber Ade.

"Kami berharap Desa Bebas Api dapat menumbuhkan semangat gotong royong, sekaligus mendorong setiap desa membangun sistem pencegahan karhutla yang mandiri dan berkelanjutan," tambahnya.

Di sisi lain, PT PBB sudah mengantisipasi karhutla melalui sistem kanal yang mengelilingi setiap blok lahan perkebunan. 

Kanal-kanal tersebut yang menopang ketersediaan air setiap blok seluas sekitar 30 hektare atau berukuran kurang lebih 300x1.000 meter.

Pun kanal memiliki kedalaman rata-rata lebih dari 2 meter. Ketika musim kemarau, tinggi muka air di masih tersisa sekitar 70 hingga 80 sentimeter, sehingga tetap dapat dimanfaatkan untuk pemadaman karhutla.

Simulasi pemadaman kebakaran oleh personel unit khusus yang disiagakan PT Putra Bangun Bersama (PBB). Foto: Kabar Kalsel

Sementara sarana dan prasarana penanggulangan karhutla juga menyesuaikan Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 6 Tahun 2025. Bahkan sejumlah peralatan yang dimiliki perusahaan telah melebihi standar minimal.

Tersedia 15 unit pompa berkapasitas besar atau sesuai dengan jumlah yang diwajibkan dalam regulasi. Sementara pompa berkapasitas kecil, tersedia 43 unit atau lebih banyak dibandingkan kebutuhan minimal sebanyak 30 unit.

"Kami juga menyiagakan 45 personel khusus untuk penanggulangan karhutla. Mereka rutin mengikuti pelatihan setiap bulan guna menjaga kesiapsiagaan dan meningkatkan kemampuan dalam menghadapi situasi darurat," beber Ade.

"Namun apabila terjadi kebakaran dengan skala yang lebih besar, seluruh karyawan juga akan dikerahkan untuk membantu proses pemadaman," imbuhnya.

Sementara Suparmi memberikan apresiasi atas langkah preventif yang dilakukan PT PBB.

"Kami berharap inisiatif tersebut dapat menjadi contoh untuk perusahaan-perusahaan lain yang beroperasi di Kalsel," beber Suparmi.

"Jangan sampai ditemukan hotspot, karena karhutla memberikan dampak yang sangat besar terhadap kehidupan masyarakat maupun lingkungan," tegasnya.

Adapun Bahrul Ilmi mendorong seluruh perusahaan di Batola mengikuti langkah yang telah dilakukan PT PBB dalam upaya pencegahan karhutla.

"Kemudian para kepala desa jug harus memperkuat koordinasi dengan masyarakat agar potensi kebakaran dapat dicegah sejak dini. Jangan sampai api membesar dan menimbulkan bencana," pesannya.