Ancaman Karhutla Mengintai, Polda Kalsel Tindak Tegas Pelaku Pembakaran

Memasuki musim kemarau, sikap tanpa kompromi ditegaskan Polda Kalimantan Selatan terhadap pelaku pembakaran lahan.

Apr 14, 2026 - 19:41
Apr 14, 2026 - 19:41
Ancaman Karhutla Mengintai, Polda Kalsel Tindak Tegas Pelaku Pembakaran
Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan memeriksa kesiapan personel dalam apel kesiapsiagaan bencana karhutla, Selasa (14/04/2026). Foto: Humas Polres Banjarbaru

KABARKALSEL.COM, BANJARBARU – Memasuki musim kemarau, sikap tanpa kompromi ditegaskan Polda Kalimantan Selatan terhadap pelaku pembakaran lahan. 

Sekecil apapun api yang ditimbulkan, seluruh personel korps bhayangkara dinstruksikan bertindak tegas sebagai bagian dari upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

"Penegakan hukum sebagai efek jera untuk setiap orang yang masih mencoba membuka lahan dengan cara dibakar," tegas Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan, dikutip dari Antara, Selasa (14/04/2026).

Instruksi tersebut disampaikan seiring musim yang sudah memasuki kemarau di beberapa kabupaten/kota, sekaligus meningkatkan potensi karhutla.

"Patroli juga harus ditingkatkan, khususnya di wilayah pertanian dan perkebunan yang rawan terjadi pembakaran lahan. Kalau menemukan api, jangan sampai menunggu besar. Harus segera dipadamkan agar tidak meluas," beber Yudha.

Adapun Polda Kalsel telah menggelar apel kesiapsiagaan bencana karhutla guna memastikan kesiapan personel, serta kelengkapan sarana dan prasarana. 

Selain melakukan penindakan, pendekatan pencegahan juga menjadi perhatian. Personel diminta aktif mengedukasi masyarakat mengenai bahaya dan dampak karhutla, sekaligus membangun koordinasi dengan instansi terkait.

"Dalam kegiatan di lapangan, selalu koordinasi dengan instansi terkait dan melaksanakan patroli bersama ke wilayah rawan karhutla, sekaligus mengedukasi masyarakat," tutup Yudha.

Karhutla sendiri menjadi ancaman rutin di Kalsel setiap kemarau. Selain merusak lingkungan, kabut asap juga berdampak kepada kesehatan masyarakat dan transportasi, termasuk penerbangan di Bandara Internasional Syamsudin Noor.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan awal musim kemarau di Kalsel berlangsung bertahap dan mencapai puncak di pertengahan tahun. 

Sedangkan sifat musim kemarau diperkirakan berada dalam kategori normal hingga sedikit lebih kering di beberapa wilayah.

“Mulai terjadi penurunan curah hujan menuju musim kemarau, meskipun tidak ekstrem di semua wilayah. Namun kondisi ini tetap perlu diantisipasi sejak dini agar risiko seperti kejadian 2015 tidak terulang," wanti PMG Madya BMKG Stasiun Klimatologi Kalsel, Yosef Luky Dwi Prasetya, dikutip dari RRI.

“Potensi karhutla tetap terbuka, terutama di daerah dengan lahan gambut dan vegetasi kering. Tentunya langkah pencegahan harus dilakukan sebelum kondisi semakin rentan," tutupnya.