Aplikasi Bank Sampah Digital Ratikita Juarai Kalsel Innovation Award 2026
Pengelolaan sampah berbasis teknologi membawa Ratikita dari Hulu Sungai Tengah (HST) meraih juara kategori masyarakat umum dalam Kalimantan Selatan (Kalsel) Innovation Award 2026.
KABARKALSEL.COM, BANJARBARU – Pengelolaan sampah berbasis teknologi membawa Ratikita (ratikita.id) dari Hulu Sungai Tengah (HST) meraih juara kategori masyarakat umum dalam Kalimantan Selatan (Kalsel) Innovation Award 2026.
Penghargaan diserahkan Gubernur H Muhidin bersama Wakil Gubernur H Hasnuryadi Sulaiman dalam rangkaian Hari Jadi ke-76 Kalsel, sekaligus peresmian Masjid Syeikh Muhammad Arsyad Al-Banjari, Kamis (13/08/2026).
Dalam penilaian juri, bank sampah digital yang berbasis di Desa Bawan, Kecamatan Barabai, tersebut dinilai mampu menghadirkan pendekatan baru dalam pengelolaan sampah.
“Alhamdulillah kami sangat bersyukur atas keberhasilan menjadi juara kategori masyarakat umum dalam Kalsel Innovation Award 2026,” papar Direktur Ratikita, Muliyadi Saputra, dikutip dari Antara.
Ratikita dikembangkan Muliyadi bersama Muhammad Zuhdi Rajibi dan Nurul Hidayah dari Bank Sampah Urban Dewan Barabai.
Inovasi itu menggabungkan sistem pengelolaan sampah dengan platform digital, termasuk dukungan AI Agent Chatbot untuk meningkatkan efektivitas pelayanan.
Namun penghargaan itu bukan hasil yang diraih secara instan. Ratikita telah beroperasi selama 5 tahun 7 bulan sejak pertama kali diluncurkan akhir 2021.
Selama periode tersebut, layanan bank sampah digital Ratikita terus berkembang dan memperluas jangkauan nasabah hingga provinsi tetangga.
"Sampai sekarang kami sudah memiliki 7.192 nasabah yang tersebar di 4 kabupaten di Kalimantan Selatan dan 1 kabupaten di Kalimantan Tengah yang sama-sama saling mendukung untuk pengelolaan sampah lebih baik," jelas Muliyadi.
Sedangkan nilai transaksi ekonomi mencapai Rp283 juta, mendaur ulang 391 ton sampah, mengelola kembali 125 ribu liter minyak jelantah dan berkontribusi terhadap penyelamatan 1.955 pohon.
Perkembangan Ratikita juga tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah hingga masyarakat yang menjadi nasabah.
“Kami akan terus berjuang dan istiqomah untuk membuat berbagai terobosan pengelolaan sampah modern demi memberikan dampak yang lebih luas,” tegas Muliyadi.
Ratikita sendiri merupakan aplikasi bank sampah pertama di Kalimantan yang menawarkan kemudahan nasabah untuk melacak saldo tabungan secara real-time, harga sampah harian, sekaligus memastikan transparansi dalam pengelolaan data.
Di sisi lain, sekitar 75 ton sampah setiap hari dibuang masyarakat HST. Namun dari jumlah terdata, baru sekitar 39 ton atau 52 persen yang terangkut ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).
Adapun wilayah pelayanan persampahan dan pengangkutan sampah baru mencakup 9 dari total 11 kecamatan atau 67 dari total 169 desa/kelurahan.
Rinciannya Haruyan (5 desa), Batu Benawa (5 desa), Hantakan (4 desa), Batang Alai Selatan (9 desa dan 1 kelurahan), dan Barabai (12 desa dan 6 kelurahan).
Kemudian Labuan Amas Selatan (5 desa dan 1 kelurahan), Labuan Amas Utara (6 desa), Pandawan (7 desa), dan Batang Alai Utara (6 desa).

