Arus Penyeberangan Meningkat, Satpolairud Polresta Banjarmasin Siaga di Dermaga Feri Alalak

Aktivitas penyeberangan di Dermaga Feri Alalak mendapat pengawasan ketat dari Satpolairud Polresta Banjarmasin selama periode Lebaran 2026.

Maret 23, 2026 - 18:43
Maret 23, 2026 - 18:43
Arus Penyeberangan Meningkat, Satpolairud Polresta Banjarmasin Siaga di Dermaga Feri Alalak
Personel Satpolairud Polresta Banjarmasin melakukan pengawasan aktivitas penyeberangan di Dermaga Feri Alalak, Minggu (22/03/2026). Foto: Antara

KABARKALSEL.COM, BANJARMASIN – Aktivitas penyeberangan di Dermaga Feri Alalak mendapat pengawasan ketat dari Satpolairud Polresta Banjarmasin selama periode Lebaran 2026. 

Pengawasan intensif dilakukan sejak pukul 09.00 hingga 12.00 Wita, Minggu (22/03/2026) dengan fokus pemantauan arus penumpang yang mengalami lonjakan dibandingkan hari sebelumnya.

“Kami melakukan pengamanan dan pemantauan langsung agar aktivitas penyeberangan tetap aman dan tertib di tengah peningkatan jumlah penumpang,” papar Kapolresta Banjarmasin melalui Kasat Polairud AKP Dading Kalbu Adie.

"Diturunkan personel marnit multifungsi terapung menggunakan sarana apung KP Bhabin untuk memastikan seluruh proses penyeberangan berjalan sesuai standar keselamatan," sambungnya.

Meski terjadi lonjakan penumpang, baik dari arah Banjarmasin maupun ke Dermaga Jelapat, Kecamatan Tamban, Barito Kuala (Batola), aktivitas penyeberangan dilaporkan tetap berjalan lancar dan kondusif. 

Dalam pelaksanaan di lapangan, Satpolairud Polresta Banajrmasin bersinergi dengan Dinas Perhubungan dan petugas keamanan setempat guna mengatur arus keluar maupun masuk penumpang di dermaga. 

Hal tersebut dilakukan untuk mencegah penumpukan yang berpotensi membahayakan keselamatan. Kemudian masyarakat juga diimbau tidak berdesakan ketika naik maupun turun kapal, serta menjaga barang bawaan dan memastikan anak-anak berada dalam pengawasan.

Kemudian para nakhoda kapal yang beroperasi seperti KM Rahmat Ilahi, KM Putra Subarjo, dan KM Berkat Bersatu agar tidak melebihi kapasitas muatan.

“Keselamatan penumpang adalah prioritas utama, sehingga kami menekankan agar seluruh nakhoda mematuhi batas kapasitas kapal,” tegas Dading.