Investasi Pertahanan di Kalsel, Pembangunan Makodam X/Lambung Mangkurat Dimulai

Pembangunan Markas Komando Daerah Militer (Makodam) X/Lambung Mangkurat di Kalimantan Selatan resmi dimulai, Rabu (06/05/2026).

May 6, 2026 - 20:39
May 7, 2026 - 16:53
Investasi Pertahanan di Kalsel, Pembangunan Makodam X/Lambung Mangkurat Dimulai
Wakasad Letjen TNI Muhammad Saleh Mustafa, didampingi Gubernur H Muhidin dan Pangdam XXII Tambun Bungai Mayjen Zainal Arifin menekan sirine sebagai penanda groundbreaking Makodam X Lambung Mangkurat di Banjarbaru. Foto: Biro Adpim Kalsel

KABARKALSEL.COM, BANJARBARU - Pembangunan  Markas Komando Daerah Militer (Makodam) X/Lambung Mangkurat di Kalimantan Selatan resmi dimulai, Rabu (06/05/2026).

Sebagai penanda pembangunan, dilakukan groundbreaking di Lapangan Tembak Korem 101/Antasari di Banjarbaru oleh Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) Letjen TNI Muhammad Saleh Mustafa, didampingi Gubernur H Muhidin dan Pangdam XXII Tambun Bungai Mayjen Zainal Arifin.

Dalam kesempatan tersebut, juga diserahkan penghargaan kepada seluruh kepala daerah di Kalsel sebagai dedikasi atas dukungan pembangunan Makodam X/Lambung Mangkurat.

"Apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Pemprov Kalsel dan seluruh stakeholder, sehingga dapat mewujudkan pembangunan Makodam X/Lambung Mangkurat,” ungkap Saleh.

Pembangunan Kodam X/Lambung Mangkurat merupakan bagian Rencana Strategis (Renstra) TNI Angkatan Darat yang menargetkan setiap provinsi memiliki markas komando daerah masing-masing.

“Keberadaan Kodam X/Lambung Mangkurat bukan hanya secara fisik, tapi juga langkah strategis dalam memperkuat sistem pertahanan wilayah dan kemaslahatan masyarakat," imbuh Saleh.

Dibangun di atas lahan seluas 20 hektare dan direncanakan memiliki enam lantai, total dana pembangunan Makodam X/Lambung Mangkurat menelan biaya Rp280 miliar,

Anggaran tersebut bersumber dari Kementerian Pertahanan, Pemprov Kalsel dan partisipasi dari 13 pemerintah kabupaten/kota dengan target penyelesaian 2027.

Adapun dukungan alokasi dana dari Pemprov Kalsel sebesar Rp90 miliar, pemerintah kabupaten/kota masing-masing Rp5 miliar, dan Kementerian Pertahanan Rp140 miliar.

“Ini adalah babak baru dalam sistem pertahanan wilayah, sekaligus simbol kehadiran negara di tengah masyarakat Kalsel," sahut Muhidin.

“Dorongan Pemprov Kalsel tidak hanya dalam bentuk kebijakan, tapi juga fasilitas, koordinasi dan sinergi lintas sektor. Kami meyakini pembangunan ini merupakan investasi jangka panjang untuk pertahanan, ekonomi dan sosial,” imbuhnya.

ALRI Divisi IV Kalimantan

Kodam X/Lambung Mangkurat merupakan komando kewilayahan pertahanan militer yang berakar dari ALRI Divisi IV Pertahanan Kalimantan.

Didirikan sejak 1949 dan berkedudukan di Kandangan, ALRI Divisi IV Pertahanan Kalimantan memiliki peran besar dalam revolusi fisik pascaproklamasi kemerdekaan Republik Indonesia.

Selanjutnya dalam proses konsolidasi militer nasional, kesatuan tersebut diintegrasikan ke Angkatan Darat dan menjadi Kodam X sejak 17 Juli 1958.

Beberapa bulan berselang, tepatnya 1 Desember 1959, nama Kodam X/Lambung Mangkurat resmi digunakan. Lambung Mangkurat sendiri adalah patih kedua Kerajaan Negara Dipa yang menjadi cikal bakal Kesultanan Banjar di Kalsel.

Brigjen Hasan Basry menjadi Pangdam X/Lambung Mangkurat yang pertama. Sedangkan cakupan wilayah meliputi Kalsel dan Kalimantan Tengah.

Namun sejak 1 Mei 1985, Kodam X/Lambung Mangkurat dilikuidasi menjadi Kodam VI/Tanjungpura dan berkedudukan di Balikpapan.

Selanjutnya mulai 28 Juni 2010, dilakukan pemecahan komando daerah militer menjadi Kodam VI/Mulawarman dan Kodam XII/Tanjungpura. Kalsel yang berada dalam komando kewilayahan Korem 101/Antasari menjadi bagian Kodam VI/Mulawarman. 

Sekitar 15 tahun berselang atau sejak 29 September 2025, Korem 101/Antasari resmi dialihkan ke Kodam XXII/Tambun Bungai, sampai akhirnya dilakukan reaktivasi Kodam X/Lambung Mangkurat.