Asap Karhutla Ganggu Aktivitas Bandara Syamsudin Noor, 12 Penerbangan Terdampak

Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan mulai berdampak terhadap aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Syamsudin Noor, Banjarbaru, Rabu (19/08/2026) pagi.

Aug 19, 2026 - 11:46
Aug 19, 2026 - 23:46
Asap Karhutla Ganggu Aktivitas Bandara Syamsudin Noor, 12 Penerbangan Terdampak
Kondisi jalan protokol di depan Bandara Syamsudin Noor yang diselimuti kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan. Foto: Kabar Kalsel

KABARKALSEL.COM, BANJARBARU - Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan mulai berdampak terhadap aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Syamsudin Noor, Banjarbaru, Rabu (19/08/2026) pagi. 

Tercatat sedikitnya 12 penerbangan mengalami gangguan dengan rincian 4 jadwal kedatangan dan 8 jadwal keberangkatan.

Gangguan operasional terjadi karena kondisi jarak pandang belum memenuhi batas ideal untuk mendukung keamanan aktivitas penerbangan.

Kedatangan yang terganggu adalah Citilink QG 484 rute Surabaya–Banjarmasin, Citilink QG 1492 rute Balikpapan–Banjarmasin, Super Air Jet IU 628 rute Jakarta–Banjarmasin, dan Wings Air IW 1395 rute Balikpapan–Banjarmasin.

Sementara penerbangan yang mengalami keterlambatan berangkat dari Bandara Syamsudin Noor meliputi Citilink QG 483 rute Banjarmasin–Jakarta, Super Air Jet IU 639 rute Banjarmasin–Jakarta, Wings Air IW 1394 rute Banjarmasin-Balikpapan, dan Lion Air JT 315 rute Banjarmasin-Surabaya.

Kemudian Lion Air JT 543 rute Banjarmasin–Semarang, Wings Air IW 1481 rute Banjarmasin–Kuala Kapuas, Citilink QG 485 rute Banjarmasin–Surabaya, dan Citilink QG 1493 rute Banjarmasin–Balikpapan.

Untungnya keterlambatan tersebut tidak berujung kepada pembatalan, setelah kondisi jarak pandang membaik. Selanjutnya operasional penerbangan kembali normal seperti sediakala.

"Seiring membaiknya jarak pandang, penerbangan yang terdampak telah kembali beroperasi menuju tujuan masing-masing," papar Stephanus Millyas Wardana selaku General Manager Bandara Internasional Syamsudin Noor.

Meski kondisi berangsur normal, perubahan cuaca dan jarak pandang tetap menjadi perhatian karena dapat memengaruhi operasional penerbangan.

PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) pun mengingatkan calon penumpang untuk mengantisipasi kemungkinan perubahan kondisi dengan mengatur waktu perjalanan menuju bandara lebih awal.

Calon penumpang disarankan tiba di bandara 3 jam sebelum jadwal keberangkatan. Kemudian check in diharapkan sudah diselesaikan 2 jam sebelum penerbangan. Lantas penumpang dianjurkan telah berada di ruang tunggu 1 jam sebelum jadwal keberangkatan.

Selain mengatur waktu perjalanan, pengguna jasa penerbangan juga diimbau menjaga kondisi tubuh selama berada di area bandara.

Salah satunya dengan konsisten menggunakan masker dan rutin mencuci tangan, terutama di tengah kondisi udara yang masih terdampak kabut asap karhutla.