Bandara Syamsudin Noor Ubah Alur Kedatangan, Antisipasi Kepadatan Kendaraan

Mulai Januari 2026, PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) menata ulang alur proses kedatangan penumpang di Bandara Internasional Syamsudin Noor, Banjarbaru.

Jan 15, 2026 - 22:00
Jan 15, 2026 - 22:10
Bandara Syamsudin Noor Ubah Alur Kedatangan, Antisipasi Kepadatan Kendaraan
PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) menata ulang alur proses kedatangan penumpang di Bandara Internasional Syamsudin Noor, Banjarbaru. Foto: MC Kalsel

KABARKALSEL.COM, BANJARBARU - Mulai Januari 2026, PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) menata ulang alur proses kedatangan penumpang di Bandara Internasional Syamsudin Noor, Banjarbaru.

Penerapan kebijakan tersebut dilakukan sebagai upaya mengantisipasi potensi penumpukan kendaraan di area kedatangan, seiring peningkatan aktivitas penerbangan dan jumlah penumpang.

“Penataan ulang diterapkan mulai Januari 2026. Kami mohon kerja sama seluruh pengguna jasa untuk mematuhi rambu dan mengikuti arahan petugas,” papar GM Bandara Internasional Syamsudin Noor, Stephanus Millyas Wardana, dikutip dari Antara, Kamis (15/01/2026).

"Peningkatan frekuensi penerbangan dan volume penumpang berpotensi menimbulkan kepadatan kendaraan, khususnya akibat aktivitas penjemputan yang tidak sesuai dengan zona," imbuhnya.

Dalam penataan ulang, penjemputan menggunakan kendaraan roda empat diarahkan ke pick up zone yang berada di antara pintu kedatangan domestik dan internasional. Adapun kendaraan roda dua diarahkan menuju jalur kanan ke area terminal keberangkatan. 

Sementara pengguna jasa yang ingin menjemput lebih dekat dari area exhibition hall, dapat memanfaatkan premium parking atau premium pick up zone tepat di seberang pintu exhibition hall.

Penumpang yang membutuhkan transportasi lanjutan, juga disediakan beragam pilihan moda transportasi darat di area selasar kedatangan, mulai dari taksi konvensional, taksi daring, hingga layanan bus.

Pun penumpang dapat memilih jalur melalui lobby kedatangan yang dilengkapi area komersial, sehingga perjalanan keluar bandara terasa lebih santai dan nyaman.

“Berkaca dari layanan di tahun sebelumnya, kami menerapkan sejumlah langkah korektif dan inovatif sebagai strategi peningkatan layanan di 2026," beber Millyas.

"Kami mendengar masukan dan ulasan penumpang. Hal ini menjadi dasar kami dalam merumuskan strategi peningkatan customer journey,” tutupnya.