Belanja Sambil Berbagi, Pasar Wadai Ramadan 1447 Hijriah Kembali Memeriahkan Banjarmasin

Suasana Ramadan 1447 Hijriah di Kota Seribu Sungai semakin semarak dengan pembukaan Pasar Wadai Ramadan di Siring 0 Kilometer Banjarmasin, Kamis (19/02/2026).

Feb 19, 2026 - 23:58
Feb 19, 2026 - 23:59
Belanja Sambil Berbagi, Pasar Wadai Ramadan 1447 Hijriah Kembali Memeriahkan Banjarmasin
Wakil Gubernur Kalsel, Hasnuryadi Sulaiman, didampingi Ketua BKOW Kalsel, drg Ellyana Trisya Hasnuryadi, menyapa para pedagang sekaligus melihat langsung aneka produk UMKM di Pasar Wadai Ramadan 1447 Hijriah. Foto: Prokom Banjarmasin

KABARKALSEL.COM, BANJARMASIN - Suasana Ramadan 1447 Hijriah di Kota Seribu Sungai semakin semarak dengan pembukaan Pasar Wadai Ramadan di Siring 0 Kilometer Banjarmasin, Kamis (19/02/2026).

Kegiatan tahunan yang menjadi ikon kuliner bulan puasa itu menjadi upaya memperkuat perekonomian masyarakat, sekaligus mendorong pertumbuhan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Adapun Pasar Wadai Ramadan 1447 Hijriah merupakan hasil kolaborasi Pemprov Kalimantan Selatan dan Pemkot Banjarmasin. Event ini berlangsung hingga 17 Maret 2026 dan dibuka setiap hari mulai pukul 15.00 hingga 22.00 Wita.

Peresmian dilakukan Wakil Gubernur Kalsel, H Hasnuryadi Sulaiman, bersama Wali Kota HM Yamin. Tersedia total 200 stan UMKM yang disediakan gratis. 

"Banyak tradisi di banua dan salah satunya adalah pasar wadai selalu dinanti setiap Ramadan. Ini bukan hanya transaksi ekonomi, tetapi juga silaturahmi dan mempererat kebersamaan,” ungkap Hasnuryadi.

“Untuk masyarakat yang memiliki rezeki lebih, mari berbelanja di pasar wadai bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga dibagikan kepada saudara-saudara yang membutuhkan. Ramadan adalah bulan berbagi,” pesannya.

Selain aneka kuliner khas, pengunjung juga dapat menikmati berbagai rangkaian kegiatan lain. Salah satunya National Halal Fair.

Kemudian Pasar Raya Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) VI, Festival Islami, talkshow, tausiah menjelang berbuka puasa, hingga layanan cek kesehatan gratis.

"Tentunya kami berharap makanan yang dijual benar-benar halal, sehat, bersih, dan aman untuk dikonsumsi. Kepercayaan masyarakat adalah hal yang utama,” tegas Hasnuryadi.

Sementara Yamin mengungkapkan bahwa antusiasme pelaku UMKM meningkat tajam. Jumlah pendaftar tercatat mencapai sekitar 600 orang.

"Pendaftar luar biasa banyak. Namun karena keterbatasan lahan, kami tetap menyediakan 200 stan dengan proses kurasi demi menjaga kenyamanan pengunjung,” jelas Yamin.

"Seluruh stan disediakan tanpa pungutan biaya. Kalau menemukan pihak yang memungut biaya, segera melapor agar bisa ditindak,” tegasnya.

Kemudian dalam upaya menjaga kebersihan lingkungan, Pemkot Banjarmasin memperkuat langkah nyata dengan meluncurkan 1.582 Agen Reuse Reduce Recycle (3R). 

Agen tersebut bertugas mengedukasi masyarakat mengenai pemilahan sampah, pengurangan sampah plastik, hingga pengolahan sampah menjadi kompos.

“Kami berharap masyarakat tidak mencampur sampah. Melalui Agen 3R, budaya memilah sampah bisa tumbuh dan kebersihan kota tetap terjaga meski di tengah keramaian,” tutup Yamin.