Bank Kalsel Raih Status Bank Devisa, Peluang Investasi dan Ekspor Makin Terbuka

Sebuah tonggak penting dalam perjalanan Bank Kalsel industri perbankan daerah akan segera terwujud.

Jun 9, 2026 - 17:51
Jun 9, 2026 - 23:51
Bank Kalsel Raih Status Bank Devisa, Peluang Investasi dan Ekspor Makin Terbuka
Dijadwalkan mulai 17 Juni 2026, Bank Kalsel mulai beroperasi sebagai bank devisa. Foto: Istimewa

KABARKALSEL.COM, BANJARMASIN - Sebuah tonggak penting dalam perjalanan Bank Kalsel industri perbankan daerah akan segera terwujud. 

Dijadwalkan mulai 17 Juni 2026, Bank Kalsel mulai beroperasi sebagai bank devisa setelah menuntaskan hampir seluruh tahapan persiapan dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan regulator.

“Seluruh proses persiapan telah dijalankan," papar Direktur Utama Bank Kalsel, Fakhrudin, ketika menerima audiensi pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalimantan Selatan, Selasa (09/06/2026).

"Sekarang kami tinggal menyelesaikan tahap akhir. sebelum resmi menghadirkan berbagai layanan transaksi valuta asing dan aktivitas perbankan internasional," imbuhnya.

Perjalanan menuju status bank devisa bukan proses yang singkat. Setelah memperoleh izin prinsip sejak akhir Desember 2025, Bank Kalsel harus memenuhi berbagai persyaratan.

Persyaratan tersebut mencakup aspek administrasi, operasional, manajemen risiko, teknologi informasi, kepatuhan, hingga kesiapan sumber daya manusia.

Dengan status baru tersebut, Bank Kalsel dapat melayani berbagai transaksi dalam mata uang asing. Mulai dari transfer internasional, pembukaan rekening valuta asing, remitansi, transaksi ekspor impor, hingga berbagai layanan pendukung perdagangan internasional.

“Kami bersyukur seluruh proses dapat dilalui dengan baik. Ini merupakan hasil kolaborasi dan dukungan Pemprov Kalsel bersama seluruh pemangku kepentingan," jelas Fakhrudin.

“Dengan menjadi bank devisa, Bank Kalsel memiliki ruang yang lebih besar untuk melayani kebutuhan masyarakat dan dunia usaha, termasuk sektor perdagangan internasional,” tambahnya.

Tidak hanya berdampak kepada sektor perbankan, kehadiran layanan devisa juga diyakini akan memperkuat ekosistem ekonomi daerah. 

Para pelaku usaha, eksportir, investor, hingga masyarakat yang membutuhkan transaksi lintas negara akan memperoleh akses layanan lebih mudah dan efisien tanpa harus bergantung kepada bank di luar daerah.

“Kami mengapresiasi capaian Bank Kalsel yang segera menjadi bank devisa," sahut Ketua PWI Kalsel, Zainal Helmie, dalam kesempatan yang sama.

"Langkah menjadi bank devisa sangat relevan dengan potensi ekonomi di Kalsel yang didukung sektor pertambangan, perkebunan, perdagangan, dan berbagai sumber daya unggulan lain," tutupnya.