Kasus Korupsi Terbongkar, Warga Ulu Benteng Pertanyakan Pemerataan Layanan PDAM Batola
Di tengah penyidikan dugaan tindak pidana korupsi di PDAM Barito Kuala (Batola), keluhan masyarakat soal pemerataan layanan air bersih kembali mencuat.
KABARKALSEL.COM, MARABAHAN – Di tengah penyidikan dugaan tindak pidana korupsi di PDAM Barito Kuala (Batola), keluhan masyarakat soal pemerataan layanan air bersih kembali mencuat.
Salah satunya dirasakan warga RT 18 RW 04 Kelurahan Ulu Benteng, Kecamatan Marabahan. Ironisnya lokasi ini hanya berjarak sekitar 3,4 kilometer dari Kantor PDAM Cabang Marabahan.
Sementara dengan Kantor Pusat PDAM Batola di Jalan AIS Nasution, lokasi yang belum menikmati layanan air bersih perpipaan tersebut berjarak sekira 4,85 kilometer.
Selama bertahun-tahun mereka masih bergantung kepada air Sungai Barito untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, mulai dari mandi, mencuci hingga keperluan rumah tangga lain.
"Kami berharap perhatian dari pemerintah daerah dan PDAM Batola agar jaringan air bersih bisa segera masuk ke RT 18 RW 04," papar warga setempat, Ahmad Mubarak, Minggu (28/06/2026).
"Jarak tempat tinggal kami dengan kantor PDAM cukup dekat, tetapi sampai sekarang kami masih menggunakan air Sungai Barito untuk kebutuhan sehari-hari. Ini membuat kami serasa hidup di negeri orang saja," imbuhnya.
Ketergantungan terhadap air sungai bukan tanpa persoalan. Memasuki musim kemarau maupun ketika terjadi perubahan pasang surut, kualitas dan ketersediaan air menjadi tidak menentu.
Selain meningkatkan kenyamanan, akses terhadap air bersih juga memiliki dampak besar terhadap kesehatan masyarakat, khususnya dalam upaya pencegahan stunting.
Diketahui air yang tidak memenuhi standar kesehatan, berisiko menjadi sumber berbagai penyakit infeksi. Sementara infeksi berulang menghambat penyerapan nutrisi, karena tubuh anak lebih banyak menggunakan energi untuk melawan penyakit daripada mendukung proses pertumbuhan.
"Kami berharap pihak terkait segera memperluas jaringan distribusi, karena tersisa tinggal RT 18 dan sebagian RT 11 Kelurahan Ulu Benteng," tegas Mubarak.
"Mungkin PDAM takut warga tidak menjadi pelanggan, karena sudah terbiasa dengan air Sungai Barito. Namun ketakutan ini tidak beralasan, karena survei pun belum pernah dilakukan," tutupnya.




