DPRD Batola Kawal Hasil Musrenbang RKPD 2027 Agar Tepat Sasaran

Pemkab Barito Kuala (Batola) mulai menyusun arah pembangunan 2027 Musrenbang Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) yang digelar di Aula Selidah, Marabahan, Senin (30/03/2026).

Maret 30, 2026 - 18:33
Apr 3, 2026 - 00:33
DPRD Batola Kawal Hasil Musrenbang RKPD 2027 Agar Tepat Sasaran
Ketua DPRD Batola, Ayu Dyan Liliana Sari Wiryono, menyaksikan penandatanganan berita acara hasil Musrenbang RKPD 2027 di Aula Selidah, Marabahan, Senin (30/03/2026). Foto: Diskominfo Batola

KABARKALSEL.COM, MARABAHAN - Pemkab Barito Kuala (Batola) mulai menyusun arah pembangunan 2027 Musrenbang Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) yang digelar di Aula Selidah, Marabahan, Senin (30/03/2026).

Forum tahunan ini menjadi ruang strategis untuk menyerap aspirasi masyarakat, sekaligus menyelaraskan program prioritas pembangunan daerah kedepan.

Mengusung tema 'Penguatan SDM dan Peningkatan Investasi serta Infrastruktur Terintegrasi', Musrenbang RKPD turut dihadiri di antaranya Bupati, Wakil Bupati, Ketua dan Anggota DPRD.

Kemudian Forkopimda, Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Batola, pejabat Eselon II dan III, pimpinan instansi vertikal, BUMN/BUMD, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan akademisi.

Ketua DPRD Batola, Ayu Dyan Liliana Sari Wiryono, dalam kesempatan tersebut menegaskan makna penting kolaborasi antara legislatif dan eksekutif dalam merumuskan kebijakan pembangunan.

"Musrenbang bukan sekadar agenda rutin, tetapi wadah penting untuk memastikan program yang dirancang benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat," ungkap Ayu.

“Tentunya DPRD akan terus mengawal agar program yang disusun tepat sasaran, dan selaras dengan keinginan masyarakat," sambungnya.

Sementara Bupati H Bahrul Ilmi juga menekankan bahwa musrenbang harus menjadi forum yang produktif, bukan sekadar seremonial tahunan.

“Diharapkan musrenbang  menghasilkan solusi nyata atas berbagai persoalan masyarakat. Namun keberhasilan program pembangunan tidak hanya bergantung kepada perencanaan yang baik, tetapi juga kolaborasi antarpihak," beber Bahrul.

"Aspek lain yang penting adalah pengelolaan sumber pendanaan. Diharapkan terjadi integrasi anggaran dari berbagai sumber agar dapat dimaksimalkan untuk mendukung program prioritas daerah," tutupnya.