Dukung Daya Beli Masyarakat, Pemprov Kalsel Susun Roadmap Inflasi
Pemprov Kalimantan Selatan melalui Biro Perekonomian Setda menggelar penyusunan Roadmap Pengendalian Inflasi Daerah 2025–2029, Jumat (20/6/2025).
KABARKALSEL.COM, BANJARBARU - Pemprov Kalimantan Selatan melalui Biro Perekonomian Setda menggelar penyusunan Roadmap Pengendalian Inflasi Daerah 2025–2029, Jumat (20/6/2025).
Mengingat urgensi pengendalian inflasi, kegiatan elibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari instansi vertikal, kabupaten/kota, hingga akademisi.
Kepala Biro Perekonomian Setdaprov Kalsel, Farhanie, diwakili Plt Kabag Kebijakan Ekonomi Muhammad Maulidinsyah, menjelaskan penyusunan roadmap termasuk strategi jangka menengah untuk menjaga kestabilan harga dan daya beli masyarakat.
"Setelah penanganan jangka pendek melalui rapat koordinasi TPID mingguan, kedepan Kalsel memerlukan arah yang lebih sistematis, terencana dan berkelanjutan. Inilah yang menjadi dasar roadmap," jelas Maulidinsyah.
Tantangan pengendalian inflasi di Kalsel cukup kompleks, khususnya menyangkut komoditas pangan strategis seperti beras, cabai, dan bawang merah yang kerap menjadi pemicu fluktuasi harga.
Hal tersebut membuat roadmap dirancang dengan pendekatan tematik dan spasial, serta memperhatikan karakteristik wilayah dan rantai pasok antardaerah.
“Roadmap disusun berdasarkan klasterisasi permasalahan per wilayah. Misalnya di daerah hulu berfokus kepada peningkatan produktivitas. Sedangkan di wilayah pesisir lebih kepada distribusi dan aksesibilitas logistik,” papar Maulidinsyah.
Selanjutnya diharapkan roadmap menjadi pedoman operasional untuk seluruh anggota TPID provinsi dan kabupaten/kota dalam menyusun program kegiatan, serta mendukung pencapaian target inflasi nasional.
“Ini bukan hanya dokumen perencanaan, tetapi menjadi kompas bersama dalam menghadapi dinamika ekonomi dan menjaga stabilitas daerah,” tutup Maulidinsyah.