Dukung Penanganan Karhutla, DPRD Batola Kirim Bantuan ke Tiga Posko Utama
Dukungan terhadap penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) turut datang dari DPRD Barito Kuala (Batola).
KABARKALSEL.COM, MARABAHAN – Dukungan terhadap penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) turut datang dari DPRD Barito Kuala (Batola).
Diinisiasi pimpinan, anggota, dan kesekretariatan, DPRD Batola menyalurkan bantuan bahan pokok beserta uang tunai ke tiga posko karhutla di Batola.
Bantuan tersebut ditujukan untuk membantu memenuhi kebutuhan petugas dan relawan yang terlibat dalam penanganan karhutla di lapangan.
Penyaluran bantuan dipimpin Sekretaris DPRD Batola, Muhammad Haris Isroyani, termasuk Bagian Humas dan Protokol bersama staf terkait, Kamis (29/10/2026).
Bantuan lebih dulu disalurkan ke Posko Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Batola di Jalan Pahlawan, Kelurahan Marabahan Kota, Kecamatan Marabahan.
Berturut-turut bantuan diantar langsung ke Posko Mandastana di Kantor Kecamatan Mandastana, dan Posko Alalak di Mako Polsek Alalak.
"Bantuan ke Posko BPBD Batola merupakan bentuk dukungan terhadap koordinasi dan penanganan karhutla di tingkat kabupaten," ungkap Haris.
"Sementara bantuan untuk Posko Mandastana dan Alalak diharapkan dapat membantu kebutuhan petugas maupun relawan yang bertugas di wilayah masing-masing," imbuhnya.
Mengutip data BPBD Kalimantan Selatan, total luasan lahan yang terbakar msudah encapai 28.775,45 hektare. Banjar mencatatkan 1.259 kejadian dengan luas lahan terdampak mencapai 7.328,5 hektare.
Hulu Sungai Selatan berada di urutan berikutnya dengan 623 kejadian dan luas lahan terdampak 4.301,59 hektare. Sementara Tanah Laut mencatatkan 799 kejadian yang berdampak kepada 3.762,61 hektare lahan.
Banjarbaru juga mengalami dampak cukup besar dengan 1.046 kejadian karhutla dan luas lahan terdampak mencapai 3.544,3 hektare. Adapun Batola mencatatkan 526 kejadian dengan luas lahan terdampak 3.450,72 hektare.
"Tentunya penanganan karhutla membutuhkan kerja sama berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, aparat terkait, hingga relawan dan masyarakat," beber Haris.
"Dukungan terhadap kebutuhan petugas di lapangan menjadi salah satu bagian penting dalam menjaga keberlangsungan upaya pemadaman dan penanganan dampak kebakaran," tutupnya.



