Gubernur Kalsel Tuntut SPPG Perketat Kebersihan dan Kualitas Makanan Usai Kasus Keracunan MBG
Menyusul insiden keracunan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Banjar, Gubernur Kalimantan Selatan, H Muhidin, akan mengambil langkah tegas.
KABARKALSEL.COM, BANJARBARU – Menyusul insiden keracunan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Banjar, Gubernur Kalimantan Selatan, H Muhidin, akan mengambil langkah tegas.
Tercatat sedikitnya 123 siswa harus dilarikan ke RSUD Ratu Zalecha Martapura, setelah mengalami pusing, mual dan muntah seusai menyantap MBG, Kamis (09/10/2025).
Bukan tidak mungkin jumlah korban akan bertambah, mengingat efek keracunan bisa muncul dalam 1×24 jam. Di sisi lain, otoritas setempat sudah memeriksa sampel makanan yang disantap para siswa.
“Kasus keracunan MBG bisa disebabkan banyak faktor. Namun yang paling penting, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG harus menjaga kebersihan peralatan dan tempat pengolahan makanan,” tegas Muhidin, Jumat (10/10/2025).
“Kadang masalah juga akan muncul kalau makanan dibuat terlalu pagi atau dimasak dengan peralatan tidak higienis. Agar kasus serupa tak terulang di kemudian hari, hal-hal seperti ini yang perlu diperhatikan,” tambahnya.
Terkait tindak lanjut MBG, Pemprov Kalsel sepenuhnya menunggu arahan pemerintah pusat. Terlebih kasus keracunan MBG tidak hanya terjadi di Kalsel, tetapi juga di beberapa daerah lain.
Berita Terkait:
Puluhan Siswa di Martapura Banjar Diduga Keracunan Usai Santap MBG
Polres Banjar Buka Posko Siswa Korban Keracunan MBG
“Kami menunggu keputusan pusat. Kalau tidak ada arahan, berarti kami tetap lanjut. Namun kalau ada instruksi atau kasus swemakin sering, kami akan mempertimbangkan penutupan sementara,” tukas Muhidin.
Sembari menunggu hasil pemeriksaan sampel, Pemprov Kalsel juga akan memberikan tindakan tegas kepada SPPG yang tidak mematuhi standar kebersihan dan pengolahan makanan.
“Kalau penyedia tidak memperhatikan kebersihan atau cara memasak yang sesuai, kami tidak segan melakukan penutupan sementara,” beber Muhidin.
Sementara Kepala Dinas Kesehatan Banjar, Nooripansyah, dalam kesempatan terpisah mengungkap hasil sementara penyebab keracunan.
"Berdasarkan hasil uji laboratorium sementara, sumber makanan yang terindikasi positif menyebabkan keracunan berasal dari nasi kuning dan sayur," jelas Nooripansyah.
"Adapun ayam tidak terbaca di laboratorium. Namun demikian, pemeriksaan terhadap siswa dan makanan yang dikonsumsi terus dilakukan untuk memastikan penyebab dan mencegah kejadian serupa terulang," tutupnya.