Identifikasi Korban Kecelakaan Helikopter EastIndo di Tanbu, Tiga WNA Terungkap
Ketiga Warga Negara Asing (WNA) yang menjadi korban kecelakaan helikopter EastIndo Air di Tanah Bumbu (Tanbu), berhasil diidentifikasi Disaster Victim Identification (DVI) Polda Kalimantan Selatan.
KABARKALSEL.COM, BANJARMASIN - Ketiga Warga Negara Asing (WNA) yang menjadi korban kecelakaan helikopter EastIndo Air di Tanah Bumbu (Tanbu), berhasil diidentifikasi Disaster Victim Identification (DVI) Polda Kalimantan Selatan.
Mereka adalah Mark Werren (68) berkewarganegaraan Australia (sebelumnya ditulis Amerika Serikat), Santa Kumar (56) dari India, dan Claudin Quito (57) yang berpaspor Brasil. Ketiga jenazah WNA ini teridentifikasi melalui catatan medis, gigi, dan properti.
“Kami mencocokkan data post mortem atau data korban sekarang yang dikonversi dengan data antemortem,” jelas Kabid Dokkes Polda Kalsel Kombes Pol dr Muhammad El Yandiko, dikutip dari Antara, Sabtu (06/09/2025) malam.
Berita Terkait:
31 Jam Berjuang, SAR Gabungan Merampungkan Evakuasi 8 Korban Kecelakaan Helikopter di Tanbu
8 Jenazah Korban Kecelakaan Helikopter EastIndo Dievakuasi ke RS Bhayangkara Banjarmasin
"Selanjutnya ketiga jasad sudah bisa diambil keluarga masing-masing di RS Bhayangkara Banjarmasin mulai, Minggu (07/09/2025)," imbuhnya.
Di sisi lain, identifikasi tiga jasad warga Negara Indonesia (WNI) harus melalui tes DNA. Penyebabnya tingkat kerusakan jasad cukup berat akibat kebakaran.
“Sangat sulit diidentifikasi tanpa melalui DNA. Kemudian catatan medis mereka belum didapatkan dengan lengkap,” tukas Muhammad.
Sedangkan dua jasad WNI yang lain tidak terlalu berat, sudah mulai mengarah kepada identitas sebenarnya. Namun demikian, masih dibutuhkan pendalaman identifikasi lebih detail menggunakan teknik superimposisi kraniofasial.
Berita Terkait:
Dipastikan Jatuh di Mantewe Tanbu, Badan Helikopter EastIndo Berhasil Ditemukan
Sebelum Dilaporkan Hilang di Mantewe Tanbu, Helikopter EastIndo Air Berasap dan Terbang Rendah
Selain tiga WNA, helikopter EastIndo Air BK117 D3 yang jatuh di hutan Desa Emil Baru, Mentewe, Tanah Bumbu, tersebut membawa delapan penumpang.
Salah seorang di antaranya adalah Haryanto (captain) yang beralamat di Batam, Kepulauan Riau. Kemudian teknisi bernama Hendra Darmawan dari Luwu, Sulawesi Selatan.
Selanjutnya penumpang Iboy Irfan Rosa dari Kuantan Singingi, Riau. Berikutnya Yudi Febrian Rahman yang beralamat di Pekanbaru, Riau. Terakhir Andys Rissa Pasulu dari Balikpapan, Kalimantan Timur.