Kalsel Surplus Ayam dan Telur, Mampu Suplai Kalteng Hingga Kaltim
Tidak hanya selama Ramadan, Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Kalimantan Selatan memastikan keamanan ketersediaan daging sapi, daging ayam ras, dan telur ayam ras.
KABARKALSEL.COM, BANJARBARU - Tidak hanya selama Ramadan, Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Kalimantan Selatan memastikan keamanan ketersediaan daging sapi, daging ayam ras, dan telur ayam ras.
Tidak hanya tersedia, harga ketiga komoditas tersebut diklaim relatif stabil, termasuk untuk kebutuhan selama Ramadan 1447 Hijriah.
“Kami memastikan ketersediaan daging sapi, daging ayam ras, dan telur ayam ras di Kalsel aman. Harga juga relatif stabil, karena produksi mencukupi dan bahkan surplus,” papar Kepala Disbunnak Kalsel, Suparmi, Senin (23/02/2026).
Untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga, Disbunnak Kalsel di antaranya melakukan monitoring dan pengawasan ke Rumah Potong Hewan Unggas (RPHU), cold storage, serta Rumah Potong Hewan (RPH) milik pemerintah maupun swasta.
Pengawasan juga dilakukan di tingkat hulu, mulai dari peternakan rakyat dan mandiri hingga industri peternakan unggas dan sapi.
Kemudian menjalin koordinasi dengan Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar) Kalsel, industri breeder, industri pakan, serta menggelar rapat koordinasi lintas instansi di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.
“Pengawasan dilakukan menyeluruh, mulai dari peternakan hingga distribusi. Kami juga berkoordinasi dengan asosiasi dan pelaku usaha untuk memastikan produksi tetap terjaga dan distribusi berjalan lancar,” tambah Suparmi.
Tercatat hingga akhir 2025, populasi ayam pedaging di Kalsel tercatat mencapai 100.913.597 ekor dengan produksi daging sebesar 123.330.490 kilogram.
Sementara kebutuhan daging ayam broiler di Kalsel sebesar 52.649.028 kilogram atau sekitar 43 persen dari total produksi. Adapun tingkat konsumsi 18,73 kilogram per kapita per tahun.
Di sisi lain, populasi ayam petelur (layer) mencapai 7.694.933 ekor dengan produksi telur sebesar 114.010.250 kilogram. Produksi daging unggas dari ayam layer turut menyumbang 5.078.660 kilogram sepanjang 2025.
Sedangkan kebutuhan telur ayam ras layer tercatat sebesar 50.001.385 kilogram atau sekitar 44 persen dari total produksi, dengan konsumsi mencapai 27,28 kilogram per kapita per tahun.
“Dengan kondisi tersebut, pasokan daging ayam ras dan telur di Kalsel bukan hanya aman, tetapi juga surplus sehingga mampu menyuplai provinsi tetangga seperti Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur,” jelas Suparmi.
Dalam menjaga kesinambungan produksi, Disbunnak Kalsel juga memastikan ketersediaan bibit ayam atau Day Old Chicken (DOC) melalui tujuh industri perbibitan. Selama Januari 2026, produksi DOC broiler tercatat mencapai 8.213.300 ekor.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 6.907.898 ekor atau sekitar 84 persen didistribusikan ke berbagai kabupaten/kota di Kalsel. Sementara 869.358 ekor disalurkan ke Kalimantan Tengah dan 436.044 ekor ke Kalimantan Timur.
Sementara produksi DOC ayam layer sepanjang Januari 2026 mencapai 127.500 ekor dan seluruhnya dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan peternak di Kalsel.
“Ketersediaan DOC menjadi faktor penting dalam menjaga kesinambungan produksi. Dengan dukungan industri perbibitan lokal, kami optimistis pasokan daging dan telur tetap terjaga sepanjang tahun,” tutup Suparmi.