Pertama di Kalsel, Bawaslu Batola Gandeng Disdukcapil Demi Pemilu Berkualitas
Sejumlah langkah strategis dilakukan Bawaslu Barito Kuala (Batola) menghadapi Pemilu Nasional 2029 dan Pemilu Lokal 2031.
KABARKALSEL.COM, MARABAHAN - Sejumlah langkah strategis dilakukan Bawaslu Barito Kuala (Batola) menghadapi Pemilu Nasional 2029 dan Pemilu Lokal 2031.
Salah satunya meresmikan kerja sama dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Batola, Kamis (02/07/2026).
Peresmian kesepakatan ditandai penandatanganan nota kerja sama oleh Ketua Bawaslu Batola, Muhammad Syaifi, bersama Kepala Disdukcapil, H Arief Wisuda Wardana, serta disaksikan jajaran kedua instansi.
Adapun kesepakatan tersebut menjadi dasar hukum kedua instansi untuk saling mendukung pelaksanaan tugas masing-masing, khususnya dalam pengelolaan data kependudukan dan data pemilih.
"Kolaborasi tersebut bertujuan membangun koordinasi yang berkelanjutan dalam pemanfaatan data kependudukan, dan optimalisasi pemutakhiran data pemilih berkelanjutan," papar Syaifi.
"Juga peningkatan kualitas pengawasan, mitigasi potensi pelanggaran, hingga memperkuat pengawasan partisipatif," sambungnya.
Selanjutnya kedua instansi dapat bertukar informasi melalui akses data yang legal, melakukan integrasi data, menjaga keberlanjutan kolaborasi, dan menjamin keamanan data.
"Hal yang tidak kalah penting dari kerja sama tersebut adalah menyelesaikan berbagai persoalan yang berkaitan dengan kependudukan dan data pemilih," tegas Syaifi.
Kolaborasi Bawaslu dan Disdukcapil menjadi sangat penting, mengingat jumlah penduduk Batola terus mengalami perubahan, khususnya di Kecamatan Alalak dan Tamban.
Kerja sama Bawaslu dan Disdukcapil Batola menjadi dasar hukum kedua instansi untuk saling mendukung pelaksanaan tugas masing-masing, khususnya dalam pengelolaan data kependudukan dan data pemilih. Foto: Kabar Kalsel
Tidak hanya berpengaruh terhadap jumlah pemilih, pertumbuhan penduduk juga menjadi dasar dalam penentuan alokasi daerah pemilihan (dapil) dan jumlah kursi legislatif di masa mendatang.
"Sekarang jumlah penduduk Batola telah mencapai lebih dari 360 ribu jiwa dan masih terus bersifat dinamis seiring perkembangan waktu," beber Syaifi.
Sementara berdasarkan hasil rekapitulasi Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) Triwulan II Tahun 2026, jumlah pemilih di Batola tercatat sebanyak 247.444 orang.
"Hasil PDPB Triwulan II Tahun 2026 bertambah 835 pemilih dibandingkan jumlah pemilih Pemilu 2024 yang sebanyak 246.609 orang," jelas Syaifi.
Tidak sekadar persiapan menghadapi Pemilu Nasional 2029 dan Pemilu Lokal 2031, kerja sama Bawaslu dan Disdukcapil Batola juga menjadi capaian tersendiri.
"Bawaslu Batola menjadi kabupaten pertama di Kalsel yang menjalin kerja sama secara intensif dengan Disdukcapil dalam pengelolaan data kependudukan untuk mendukung pengawasan pemilu," ungkap Syaifi.
Sementara Arief berharap sinergi tersebut menjadi langkah awal yang berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas data kependudukan, sekaligus menjamin akurasi data pemilih dalam setiap penyelenggaraan pemilu.
"Kami berharap kerja sama dengan Bawaslu Batola menjadi fondasi awal untuk sinergi berikutnya. Pun diharapkan data pemilih semakin, akurat sehingga kendala dalam pemilihan yang disebabkan oleh persoalan data pemilih bisa diminimalkan," sahut Arief.
Pun manfaat kerja sama tersebut tidak hanya dirasakan Bawaslu, tetapi juga Disdukcapil. Terlebih Bawaslu turut membantu pelaksanaan perekaman KTP elektronik untuk pelajar yang telah memenuhi syarat sebagai pemilih pemula.
"Kalau sebelumnya kami hanya bisa merekam sekitar 20 hingga 30 pelajar dalam satu kegiatan, sekarang jumlah yang direkam jauh lebih banyak berkat dukungan Bawaslu," tutup Arief.

