Kejar Target PSEL, Banjarmasin Minta Pasokan Sampah dari Banjar dan Batola

Meski terdengar aneh, Banjarmasin meminta dukungan suplai sampah dari Banjar dan Barito Kuala (Batola) dalam beberapa waktu mendatang.

Apr 2, 2026 - 20:55
Apr 4, 2026 - 13:25
Kejar Target PSEL, Banjarmasin Minta Pasokan Sampah dari Banjar dan Batola
Wali Kota Banjarmasin, H Muhammad Yamin, dalam rapat koordinasi bersama Bupati Banjar, H Saidi Mansyur, dan Bupati Batola, H Bahrul Ilmi, Kamis (02/04/2026) sore. Foto: Prokom Banjarmasin

KABARKALSEL.COM, BANJARMASIN - Meski terdengar aneh, Banjarmasin meminta dukungan suplai sampah dari Banjar dan Barito Kuala (Batola) dalam beberapa waktu mendatang.

Dukungan suplai tersebut berkaitan dengan hasil Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) Percepatan Implementasi Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di Jakarta, Selasa (31/03/2026) lalu.

Dipimpin Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, dan diikuti sejumlah kepala daerah, termasuk Wali Kota Banjarmasin, H Muhammad Yamin, rakortas membahas percepatan implementasi PSEL dan roadmap penggunaan teknologi pengelolaan sampah ramah lingkungan.

Sebagai tindak lanjut, Yamin menggelar rapat koordinasi bersama Bupati Banjar, H Saidi Mansyur, dan Bupati Barito Kuala (Batola) H Bahrul Ilmi, Kamis (02/04/2026) sore.

Rapat membahas sinergi lintas daerah dalam mendukung percepatan implementasi PSEL, khususnya pengelolaan sampah regional, kesiapan infrastruktur, dan skema kerja sama antarwilayah.

“Permasalahan sampah tidak bisa diselesaikan sendiri-sendiri. Diperlukan sinergi kuat antardaerah agar PSEL berjalan optimal dan memberikan manfaat luas untuk masyarakat," ungkap Yamin. 

"Sinergi bersama Banjar dan Batola adalah langkah strategis untuk membangun sistem pengolahan sampah regional yang terintegrasi. Kami ingin mengubah paradigma sampah sebagai beban, tetapi sumber energi dan peluang ekonomi," imbuhnya.

Diketahui Banjarmasin ditetapkan sebagai salah satu lokasi pilot project nasional untuk transformasi sampah menjadi energi listrik. Sedangkan anggaran pelaksanaan program dibiayai pemerintah pusat melalui Danantara.

Untuk mengimplementasikan PSEL, dibutuhkan pasokan minimal 500 ton sampah per hari. Sedangkan produksi sampah Banjarmasin hanya 491 ton per hari.

Kekurangan itulah yang akan ditutupi kiriman sampah dari Banjar dan Batola. Diestimasi produksi sampah Banjarmasin, Banjar dan Batola hampir mencapai 678 ton per hari.

Menyikapi kerja sama tersebut, Saidi Mansyur memberikan dukungan karena sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto yang meminta setiap daerah harus bisa mengelola sampah menjadi energi.

"Isu lingkungan sejak dulu tidak pernah habis dibahas dan dikerjakan. Tentunya keinginan Wali Kota Banjarmasin sejalan dengan komitmen Banjar yang sedang menuju kabupaten asri," sahut Saidi.

"Kedepan kami juga menyiapkan beberapa hal, sehingga langkah-langkah konkrit ini bisa dipadupadankan. Semoga semuanya berjalan dengan baik," sambungnya.

Sementara Bahrul Ilmi mengharapkan PSEL menjadi solusi terbaik dalam penanganan persoalan sampah di Batola, Banjarmasin dan Banjar.

Terlebih setelah TPAS Tabing Rimbah overload sejak 2020, dikeluarkan banyak biaya operasional untuk mengangkut sampah ke TPAS Regional Banjarbakula di Banjarbaru.

"Banyak tantangan yang kami temui terkait pengelolaan sampah, terlebih setelah TPAS Tabing Rimbah overload sejak 2020. Makanya kami berharap PSEL bisa menjadi solusi," jelas Bahrul. 

Selain menjalin kerja sama, baik Banjarmasin, Banjar dan Batola juga dapat mengajukan opsi lahan kepada Kementerian Lingkungan Hidup sebagai lokasi PSEL.

Lokasi yang diajukan adalah TPAS Tabing Rimbah, TPAS Basirih, serta lahan di sekitar Terminal Gambut Barakat (TGB) dan belakang RSJ Sambang Lihum.

"Keempat lokasi yang diajukan akan dikaji tim teknis Kementerian Lingkungan Hidup," beber  Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banjarmasin, Ichrome Muftezar, dalam kesempatan terpisah.

“Mudah-mudahan dari tiga daerah yang mengusulkan lokasi, Banjarmasin dapat terpilih. Selain memenuhi kriteria lokasi, produksi sampah Banjarmasin juga lebih besar," tutupnya.