Atap Rumah Warga Jejangkit Batola Terimbas Helikopter Water Bombing, BPBD Kalsel Bantu Perbaikan
Sebuah rumah di Desa Sampurna, Kecamatan Jejangkit, Barito Kuala (Batola), dilaporkan rusak usai terimbas sapuan angin dari baling-baling helikopter water bombing yang berupaya memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui udara.
KABARKALSEL.COM, BANJARBARU - Sebuah rumah di Desa Sampurna, Kecamatan Jejangkit, Barito Kuala (Batola), dilaporkan rusak usai terimbas sapuan angin dari baling-baling helikopter water bombing.
Peristiwa tersebut terjadi ketika helikopter hendak mengambil air di sungai untuk mendukung pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Jejangkit dan sekitarnya.
Namun hembusan kuat dari baling-baling helikopter membuat atap sebuah rumah warga terangkat, sehingga menyisakan kerusakan.
Selanjutnya pemilik rumah melaporkan kerusakan kepada kepala desa setempat, dan dilanjutkan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Batola.
"Kami sudah melaporkan kerusakan rumah warga tersebut kepada BPBD Batola," ungkap Kepala Desa Sampurna, Mukhtar, Selasa (11/08/2026).
"Sudah tiba bantuan kedaruratan dari Dinas Sosial Batola berupa terpal, mi instan, dan minyak goreng kepada pemilik rumah," imbuhnya.
Namun bantuan bahan bangunan untuk perbaikan kerusakan seperti atap seng, balok kayu dan lain-lain masih diharapkan pemilik rumah.
"Setidaknya bahan bangunan yang dibutuhkan untuk perbaikan berupa 15 lembar atap seng, 7 batang balok kayu sepanjang 4 meter, dan puung 4 meter," jelas Mukhtar.
Diketahui heli water bombing tersebut merupakan milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang diperbantukan untuk pemadaman karhutla melalui udara di Kalsel.
Sementara Kepala BPBD Kalsel, Ronny Eka Saputra, dalam kesempatan terpisah menjelaskan warga yang terdampak dapat menyampaikan laporan melalui BPBD kabupaten atau pemerintah desa.
"Kalau tidak kepada BPBD, dipersilakan membuat laporan melalui kepala desa setempat. Nanti minta laporan tersebut diteruskan kepada BPBD Kalsel," papar Ronny.
"Kami siap membantu kalau menerima laporan masuk dari BPBD setempat atau kepala desa," tandasnya.

