Tak Menunggu Gerai, Koperasi Merah Putih di Batola Mulai Menggerakkan Ekonomi Desa
Keberadaan gerai fisik yang belum tersedia di sebagian besar desa, tidak menghambat operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Barito Kuala (Batola).
KABARKALSEL.COM, MARABAHAN - Keberadaan gerai fisik yang belum tersedia di sebagian besar desa, tidak menghambat operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Barito Kuala (Batola).
Hingga awal Juni 2026, sebanyak 201 KDKMP telah terbentuk secara kelembagaan dan tetap mendapatkan pendampingan dari Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopperindag) Batola.
Dengan demikian, seluruh desa dan kelurahan di Batola sudah memiliki lembaga. Rinciannya adalah 195 desa dan 6 kelurahan yang tersebar di 17 kecamatan.
"Pembangunan gerai dan kelembagaan koperasi merupakan dua hal yang berbeda," tegas Kepala Diskopperindag Batola, Hery Sasmita, Kamis (04/06/2026).
Gerai yang dibangun melalui kerja sama Agrinas dan TNI akan diserahkan kepada pemerintah desa setelah selesai dibangun. Selanjutnya pemanfaatan gerai diatur melalui kerja sama antara pemerintah desa dan KDKMP setempat.
"Keberadaan gerai tidak memengaruhi pembinaan koperasi. KDKMP tetap berjalan, meskipun gerai belum tersedia," beber Hery.
Berita Terkait:
DPRD Batola Apresiasi Kehadiran KDMP Kolam Kiri, Dinilai Perkuat Ekonomi Kerakyatan
Kalsel Masuk Tiga Besar Nasional Tercepat Bentuk Koperasi Merah Putih
Mengutip data Diskopperindag Batola, sebanyak 201 KDKMP telah mengantongi Surat Keputusan Administrasi Hukum Umum (AHU), Nomor Induk Koperasi (NIK), dan akta notaris.
Pun 187 koperasi telah memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), 116 koperasi sudah mengantongi Nomor Induk Berusaha (NIB), dan 171 koperasi telah melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT).
Bahkan di tengah proses penguatan kelembagaan, sedikitnya 5 KDKMP di Batola mulai menjalankan aktivitas usaha. Sebut saja KDKMP Danda Jaya, Jejangkit Pasar, dan Jejangkit Barat yang bergerak dalam distribusi pupuk bersubsidi.
"Sedangkan KDKMP Tumih menjalankan usaha pupuk kandang, dan sebuah koperasi lain bergerak di sektor simpan pinjam," jelas Hery.
Keberhasilan sejumlah koperasi memulai usaha dinilai menjadi sinyal positif bahwa KDKMP tidak hanya berhenti kepada pembentukan administrasi, tetapi mulai memasuki tahap pengembangan ekonomi desa.
"Terlepas dari progres pembangunan gerai yang masih berlangsung, Pemkab Batola melalui Diskopperindag berkomitmen terus memberikan pendampingan agar seluruh KDKMP mampu berkembang dan menjadi penggerak ekonomi masyarakat di tingkat desa," tutup Hery.

