Pertimbangan Keselamatan dan Keamanan, Puncak Hari Jadi Batola Kembali ke Lapangan 5 Desember

Atas berbagai pertimbangan strategis, pelaksanaan puncak Hari Jadi ke-66 Barito Kuala yang semula di RTH Jembatan Barito digeser kembali ke Lapangan 5 Desember.

Dec 29, 2025 - 17:37
Dec 31, 2025 - 18:50
Pertimbangan Keselamatan dan Keamanan, Puncak Hari Jadi Batola Kembali ke Lapangan 5 Desember
Suasana Batola Berselawat di RTH Jembatan Barito dipantau melalui drone, Kamis (18/12/2025) lalu. Foto: YouTube Diskominfi Batola

KABARKALSEL.COM, MARABAHAN - Atas berbagai pertimbangan strategis, pelaksanaan puncak Hari Jadi ke-66 Barito Kuala yang semula di RTH Jembatan Barito digeser kembali ke Lapangan 5 Desember.

Adapun perubahan lokasi diputuskan dalam rapat koordinasi lintas sektor yang dilaksanakan di Aula Bahalap, Marabahan, Senin (29/12/2025). 

"Rapat menyepakati puncak Hari Jadi ke-66 Batola tetap digelar di Lapangan 5 Desember Marabahan," ungkap Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Batola, Aris Saputera, ketika dikonfirmasi kabarkalsel.com.

"Seluruh rundown acara yang sudah direncanakan tidak banyak berubah. Hanya lokasi penyelenggaraan yang dipindah," sambungnya.

Salah satu alasan pemindahan yang direkomendasikan Polres Batola adalah demi menjaga keselamatan, keamanan dan ketertiban umum.

Didasari hasil evaluasi penyelenggaraan Batola Berselawat, Kamis (18/12/2025) malam lalu, RTH Jembatan Barito dinilai tidak memenuhi syarat untuk kegiatan berskala besar.

Berita Terkait: Ketika Lokasi Perayaan Hari Jadi ke-66 Batola Menjadi Perdebatan Publik

Faktor yang paling mempengaruhi adalah pengaturan arus lalu lintas, mengingat Jembatan Barito merupakan jalur penghubung utama Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.

Situasi tersebut memunculkan potensi kemacetan dan gangguan mobilitas yang cukup tinggi, seandainya kegiatan tetap dilaksanakan di RTH Jembatan Barito.

Seiring perubahan rencana, grup dangdut hip hop NDX pun dipastikan tampil di Lapangan 5 Desember. Sesuai dengan rundown, aksi duo Yonanda Frisna Damara dan Fajar Ari ini dijadwalkan, Minggu (04/01/2025) malam, atau beberapa jam sesudah resepsi hari jadi.

Menyesuaikan rencana pemindahan, pembukaan Pasar Rakyat di Lapangan 5 Desember juga diundur menjadi 12 Januari 2025 dari sebelumnya 5 Januari 2025.

"Oleh karena puncak hari jadi berlangsung 4 Januari, sehingga tidak mungkin bongkar panggung dan lain-lain bisa selesai dalam setengah hari," jelas Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perindustrian Perdagangan (Diskoperindag) Batola, Hery Sasmita, dalam kesempatan terpisah.