Presiden Prabowo Reshuffle Kabinet, Lantik Satu Menteri Baru

Presiden Prabowo Subianto merombak Kabinet Merah Putih, Senin (08/09/2025).

Sep 8, 2025 - 17:51
Sep 8, 2025 - 18:22
Presiden Prabowo Reshuffle Kabinet, Lantik Satu Menteri Baru
Disaksikan Presiden Prabowo Subianto, Purbaya Yudhi Sadewa menandatangani berita acara pelantikan Menteri Keuangan. Foto: Sekretariat Presiden

KABARKALSEL.COM, JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto merombak Kabinet Merah Putih, Senin (08/09/2025) sore. 

Posisi yang diganti adalah Menko Polkam, Menteri Keuangan, Menteri Perlindungan Pekerja Migran, Menteri Koperasi, dan Menteri Pemuda dan Olahraga.

Adapun kelima pejabat menteri yang diganti masing-masing Budi Gunawan, Sri Mulyani, Abdul Kadir Karding, Budi Arie Setiadi, dan Ario Bimo Nandito Ariotedjo.

Mereka digantikan Purbaya Yudhi Sadewa, Mukhtarudin, Ferry Joko Juliantono, dan Mochamad Irfan Yusuf.

Selain melakukan pejabat baru, Prabowo juga melantik menteri baru yang memimpin Kementerian Haji dan Umrah. Ini merupakan imbas perubahan nomenklatur Badan Penyelenggara Haji.

"Atas berbagai pertimbangan dan masukan evaluasi, Presiden memutuskan melakukan perubahan susunan Kabinet Merah Putih," jelas Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.

Sebelumnya Prabowo melakukan perombakan yang pertama, Rabu (19/02/2025) lalu, ketika melantik Brian Yuliarto sebagai Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) menggantikan Satryo Soemantri Brodjonegoro.

Berikut lima menteri Kabinet Merah Putih yang dilantik:

Menteri Keuangan: Purbaya Yudhi Sadewa
Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia: Mukhtarudin
Menteri Koperasi: Ferry Joko Juliantono
Menteri Haji dan Umrah: Mochamad Irfan Yusuf
Wakil Menteri Haji dan Umrah: Dahnil Anzar Simanjuntak

Sebelum dilantik menjadi menteri, Purbaya menjabat Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Alumni Institut Teknologi Bandung (ITB) ini juga sempat menjabat Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi di Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi.

Jauh sebelum terjun di pemerintahan, Purbaya memulai karier sebagai Field Engineer di Schlumberger Overseas SA (1989-1994), dan Senior Economist di Danareksa Research Institute (Oktober 2000-Juli 2005).

Kemudian Direktur Utama PT Danareksa Securities (April 2006-Oktober 2008), Chief Economist Danareksa Research Institute (Juli 2005-Maret 2013), serta anggota Dewan Direksi PT Danareksa (Persero) (Maret 2013-April 2015).

Adapun Mukhtarudin adalah anggota Komisi VII DPR RI, sekaligus Sekretaris Fraksi Partai Golkar. Pria kelahiran Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, ini juga anggota DPR RI tiga periode (2004-2009, 2009-2014, dan 2024-2029).

Sedangkan Ferry Joko Juliantono malang melintang di dunia perkoperasian, keorganisasian petani hingga buruh. Salah satunya duduk di Pimpinan Pusat Dewan Tani Indonesia.

Sebelum menjadi politikus Partai Gerindra, Ferry diketahui sebagai aktivis. Bahkan alumni Universitas Padjajaran Bandung ini pernah dipenjara di pertengahan 2008 dan menjadi tahanan politik.

Penyebabnya Ferry memimpin aksi demonstrasi menolak kenaikan harga bahan bakar minyak di pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Sementara Mochamad Irfan Yusuf sebelumnya dikenal publik sebagai Kepala Badan Pengelola Haji. Cucu pendiri Nahdlatul Ulama (NU) KH Hasyim Asy'ari ini terpilih sebagai anggota DPR 2024-2029 dari Partai Gerindra.