Korban Tewas Banjir Sumatera Bertambah 712 Orang, 507 Warga Dilaporkan Hilang

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat korban tewas dalam bencana banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat bertambah menjadi 712 orang, Selasa (02/12/2025). Ini belum termasuk warga yang dilaporkan hilang.

Dec 2, 2025 - 21:58
Dec 2, 2025 - 21:58
Korban Tewas Banjir Sumatera Bertambah 712 Orang, 507 Warga Dilaporkan Hilang
Meski air mulai surut, dampak banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara maupun Sumatera Barat begitu besar dengan korban jiwa sebanyak 712 orang. Foto: Antara

KABARKALSEL.COM, JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat korban tewas dalam bencana banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat bertambah menjadi 712 orang, Selasa (02/12/2025). Ini belum termasuk warga yang dilaporkan hilang.

Mengutip data resmi BNPB, korban meninggal terbanyak ditemukan di Sumatera Utara sebanyak 301 orang dan 163 orang lain dilaporkan hilang.

Sedangkan korban meninggal di Aceh sebanyak 218 orang dan korban hilang 227 orang. Kemudian di Sumatera Barat, korban meninggal sebanyak 193 orang dan hilang 117 orang.

Sementara korban luka-luka dalam bencana tersebut mencapai 2.564 orang. Adapun jumlah warga terdampak banjir menembus 3,3 juta jiwa.

Selain korban jiwa, kerugian imbas banjir dan tanah longsor tersebut diprakirakan Center of Economic and Law Studies (Celios) mencapai Rp68,67 triliun.

Perhitungan kerugian ekonomi berdasarkan lima jenis kerugian. Mulai dari kerugian rumah rata-rata mencapai Rp30 juta per unit, ditambah per jembatan mencapai Rp1 miliar.

Kemudian kerugian pendapatan keluarga sesuai dengan pendapatan rata-rata harian masing-masing provinsi dikali dengan 20 hari kerja.

Selanjutnya kerugian lahan sawah dengan kehilangan mencapai Rp6.500 per kilogram dengan asumsi per hektare dapat menghasilkan 7 ton. Terakhir perbaikan jalan per 1.000 meter mencapai Rp100 juta.

Kontribusi Perusahaan

Selain hujan ekstrem, bencana banjir dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat melibatkan sedikitnya delapan perusahaan di Sumatera Utara.

Kedelapan perusahaan tersebut terdiri dari tanaman industri, tambang emas hingga perusahaan sawit. Sebagian besar perusahaan ini beraktivitas di sekitar Daerah Aliran Sungai (DAS) Batang Toru di Tapanuli Selatan.

"Batang Toru memang DAS dengan Tapanuli Utara dan Tapanuli Tengah di sisi lembah. Tepat di kecuraman, kami mencatat terdapat delapan entitas," papar Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq dikutip dari CNN, Selasa (02/12/2025).

Temuan tersebut dikonfirmasi hasil analisis citra satelit. Sebagai tindak lanjut, Deputi Penegakan Hukum (Gakkum) Kementerian LH sudah melayangkan panggilan kepada delapan perusahaan.

Pemanggilan bertujuan meminta penjelasan soal asal-usul kayu yang hanyut selama banjir di Sumatera Utara. Diketahui video kayu yang hanyut dan menumpuk di bibir pantai, telah viral di berbagai media sosial.

"Bukan berarti kami tidak sedang berbela sungkawa. Kami sangat berduka, sekaligus menyesal tidak mampu memberitahu hal tersebut kepada pemerintahan daerah, sehingga menimbulkan korban jiwa," tukas Hanif.