Ratusan Pendaki Peringati HUT ke-80 Republik Indonesia di Gunung Halau-Halau

Ratusan pendaki dari berbagai daerah mendatangi Gunung Halau-Halau guna memperingati HUT ke-80 Republik Indonesia.

Aug 17, 2025 - 22:55
Sep 7, 2025 - 02:20
Ratusan Pendaki Peringati HUT ke-80 Republik Indonesia di Gunung Halau-Halau
Gunung Halau-Halau kembali diramaikan para pendaki yang memperingati puncak HUT Kemerdekaan Republik Indonesia. Foto: Halau-Halau Official

KABARKALSEL.COM, BARABAI - Ratusan pendaki dari berbagai daerah mendatangi Gunung Halau-Halau guna memperingati HUT ke-80 Republik Indonesia.

Padahal tidak pernah digelar kegiatan resmi di lokasi setinggi 1.901 meter di atas permukaan laut (MDPL) itu. Namun puncak tertinggi Pegunungan Meratus ini memiliki daya tarik tersendiri menjelang Hari Kemerdekaan.

"Dalam beberapa hari terakhir menjelang 17 Agustus 2025, tercatat lebih dari 200 orang sudah mulai mendaki," jelas pengurus Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Gunung Halau-Halau di Desa Hinas Kiri, Kecamatan Batang Alai Timur, Hulu Sungai Tengah (HST), Ramidi, dikutip dari Antara, Minggu (17/08/2025).

Agar situasi di lokasi lebih tertib, otoritas setempat memberlakukan aturan cukup ketat kepada pendaki. Mulai mengisi formulir pendakian, surat sehat, membayar retribusi, mendaftarkan barang bawaan, hingga menandatangani surat pernyataan mengikuti aturan yang berlaku.

Baca Juga:

Kembali Dibuka, Ratusan Pendaki Mulai Memadati Gunung Halau-Halau HST

Pendakian di Gunung Halau-Halau HST Ditutup, Ternyata Ini Penyebabnya

"Memang setiap tahun memasuki Agustus, pendaki selalu ramai. Tidak hanya lokal Kalimantan Selatan, sejumlah pendaki datang dari Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, hingga Jawa," jelas Ramidi.

Demi memudahkan pelayanan, Pokdarwis Gunung Halau-Halau juga melibatkan para pemuda sekitar untuk membantu proses registrasi, hingga pemeriksaan barang bawaan dan sampah pendaki.

Adapun uang retribusi dikelola untuk kebutuhan pembersihan jalur pendakian, perbaikan shelter, perbaikan jembatan, pengelolaan sampah dan berbagai kebutuhan lain yang dilakukan secara swadaya.

"Kami akan memberikan denda apabila para pendaki kedapatan tidak membawa sampah turun sesuai dengan barang yang terdaftar," tegas Ramidi.