Rehabilitasi Narkoba di Kalsel Lampaui Target, 374 Pecandu Pulih Sepanjang 2025
Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalimantan Selatan mencatat capaian signifikan dalam sektor rehabilitasi sepanjang 2025.
KABARKALSEL.COM, BANJARMASIN – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalimantan Selatan mencatat capaian signifikan dalam sektor rehabilitasi sepanjang 2025.
Tercatat sebanyak 374 pecandu narkoba berhasil direhabilitasi hingga hingga dinyatakan sembuh. Jumlah ini melampaui target awal yang hanya ditetapkan sebanyak 250 orang.
Dari total klien rehabilitasi tersebut, 43 orang menjalani rawat inap dan 331 orang rawat jalan.
“Realisasi rehabilitasi melebihi target, karena peningkatan permintaan dari masyarakat,” ungkap Plh Kepala BNNP Kalsel, Kombes Pol Andri Koko Prabowo, dalam rilis akhir tahun seperti dikutip dari Antara, Rabu (24/12/2025).
“Kami tidak mungkin menolak dengan alasan kemanusiaan. Pun kami mengapresiasi masyarakat yang semakin terbuka dan menyadari arti pentingnya rehabilitasi untuk pecandu narkoba,” tambahnya.
Khusus layanan rawat inap, klien dirujuk ke sejumlah fasilitas rehabilitasi antara lain Balai Rehabilitasi Tanah Merah di Samarinda, Balai Besar Rehabilitasi Lido di Bogor, dan RSJ Sambang Lihum di Banjar.
"BNNP Kalsel belum memiliki balai rehabilitasi sendiri. Namun kami berharap dalam tahun-tahun mendatang pembangunan, gedung rehabilitasi dapat terwujud di Desa Kiram," beber Koko.
Tidak hanya rehabilitasi, BNNP Kalsel juga mencatat kinerja positif di bidang penindakan. Ditangani 24 perkara tindak pidana narkotika sepanjang 2025 atau melampaui target awal sebanyak 14 perkara.
Dari pengungkapan tersebut, 27 tersangka berhasil diamankan dengan total barang bukti berupa 820,90 gram sabu-sabu dan 32,77 gram ganja.
Sementara di Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M), BNNP Kalsel melaksanakan 161.670 sosialisasi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).
Juga dilakukan tes urine terhadap 14.512 orang, baik atas permintaan instansi pemerintah, swasta, maupun individu. BNNP Kalsel juga membentuk serta memperkuat sembilan Desa Bersinar (Desa Bersih Narkoba).
"Untung menguatkan edukasi anti narkoba, kami menandatangani perjanjian kerja sama implementasi integrasi kurikulum anti narkoba bersama Dinas Pendidikan dan Kanwil Kemenag Kalsel, serta Politeknik Kesdam VI Banjarmasin,” sahut Rakhmadiansyah, Koordinator Bidang P2M BNNP Kalsel.