Tekan Intensitas Hujan di Kalsel, BNPB dan BMKG Gelar Operasi Modifikasi Cuaca
Bukan mengadakan banyak acara, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) segera melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Kalimantan Selatan.
KABARKALSEL.COM, BANJARBARU - Bukan mengadakan banyak acara, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) segera melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Kalimantan Selatan.
OMC dilakukan sebagai upaya menekan curah hujan di daratan, sekaligus meminimalisir potensi banjir yang masih mengancam sejumlah wilayah.
"Kami bersama BMKG akan mulai melaksanakan OMC di Kalsel," jelas Direktur Kedaruratan BNPB, Agus Riyanto, Jumat (09/01/2026).
"Operasi dilakukan menggunakan pesawat Grand Caravan dengan nomor registrasi PK-MAX yang diperkirakan mendarat di Bandara Lanud Sjamsudin Noor sekitar pukul 21.30 Wita," imbuhnya.
Baca Juga:
Proyek Bendungan Riam Kiwa Dikebut, 70 Persen Potensi Banjir Ditargetkan Teratasi
Tak Sekadar Patroli, Polres Batola Bantu Warga Terdampak Banjir di Jejangkit
Adapun pelaksanaan OMC ditargetkan bisa langsung dilakukan malam hari hingga pukul 24.00 Wita. Dalam satu kali penerbangan, ditaburkan garam sebanyak 1 ton sebagai bahan modifikasi cuaca.
OMC tahap pertama direncanakan berlangsung selama lima hari kedepan dengan evaluasi harian. Hasil evaluasi akan menjadi dasar untuk menentukan kelanjutan pelaksanaan OMC selanjutnya.
Sebelumnya OMC juga pernah dilaksanakan awal 2025. Hasilnya dinilai cukup efektif, karena mampu mengurangi intensitas hujan di daratan dan membantu meminimalisir kejadian banjir di Kalsel.
OMC menjadi langkah konkrit dibanding usulan Gubernur Kalsel, H Muhidin, ketika menginginkan pemerintah kabupaten/kota menggelar banyak acara sepanjang Januari 2026.
Baca Juga:
Wapres Soroti Penanganan Banjir Kalsel, Minta Gubernur Tidak Mengabaikan Suara Masyarakat
Masih Terdampak Banjir, Ratusan Sekolah di Kalsel Dapat Relaksasi
Pernyataan yang sempat viral di berbagai platform media sosial tersebut dilontarkan Muhidin, ketika memberikan sambutan di puncak Hari Jadi ke-66 Barito Kuala di Lapangan 5 Desember Marabahan, Minggu (04/01/2026).
Muhidin beramsumsi kalau banyak acara, semakin banyak orang yang berupaya 'memindahkan' hujan ke daerah lain, "Dibanyaki acara saja," seloroh Muhidin.
"Kalau perlu di gunung-gunung dibikin acara juga. Jadi dipindah hujan ke luar atau ke daerah lain. Artinya kalau sebulan tidak hujan, berarti selamat (tidak banjir)," sambungnya.