Wapres Soroti Penanganan Banjir Kalsel, Minta Gubernur Tidak Mengabaikan Suara Masyarakat
Sentilan dilontarkan Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka kepada Gubernur Kalimantan Selatan H Muhidin.
KABARKALSEL.COM, MARTAPURA - Sentilan dilontarkan Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka kepada Gubernur Kalimantan Selatan H Muhidin.
Dalam kunjungan kerja di Kecamatan Sungai Tabuk, Banjar, Kamis (08/01/2026), Gibran blakblakan meminta Muhidin lebih empati dan terbuka terhadap kritik maupun masukan warga terkait penanganan banjir yang terus berulang.
Sentilan dilontarkan Gibran seusai berdialog dengan Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Kalsel yang menyampaikan berbagai keluhan dan keresahan masyarakat terdampak banjir.
Mahasiswa mengungkapkan kekecewaan terhadap sikap Pemprov Kalsel yang dinilai kurang serius merespons kondisi warga.
Berita Terkait:
Cek Pemenuhan Layanan Dasar Warga Terdampak Banjir, Wapres Sambangi Balangan dan Banjar
Masih Terdampak Banjir, Ratusan Sekolah di Kalsel Dapat Relaksasi
Padahal banjir telah berlangsung lebih dari sepekan dengan ketinggian air masih menggenangi rumah warga hingga setinggi lutut sampai paha orang dewasa. Bahkan di sejumlah desa, banjir sempat mencapai atap rumah.
"Kami meminta solusi nyata jangka panjang agar masyarakat tidak lagi terdampak banjir," papar Adi Jayadi, mantan Ketua BEM Universitas Lambung Mangkurat.
"Pemerintah jangan hanya sekedar hadir sebentar dan membagikan bantuan serta logistik, tetapi membuat langkah penyelesaian jangka panjang," cetus Adi.
Sementara Rizky Nugroho selaku Korwil BEM SI Kalsel menambahkan terdapat 180 pertambangan ilegal yang harus segera ditindak. Juga diusulkan perihal sumur resapan untuk mengatasi bencana banjir yang menjadi rutinitas tahunan.
“Wapres sebagai salah satu pengambil kebijakan agar sama-sama berkomitmen untuk membuat kebijakan yang berpihak kepada rakyat,” tegas Rizky.
Berita Terkait:
Banjir Kembali Melanda Jejangkit Batola, Rumah Warga Terendam Hingga 40 Sentimeter
Sepekan Banjir Banjar, Lebih 122 Ribu Jiwa Terdampak
Menanggapi keluhan mahasiswa, Gibran menegaskan arti penting pemerintah daerah mendengarkan suara rakyat dan memikirkan solusi jangka panjang.
“Gubernur (Kalsel) tolong didengarkan. Ini keluhan rakyat dan harus mulai dipikirkan solusi jangka panjang. Mungkin tata ruang masih tidak sesuai, faktor tambang atau hal lain yang memicu banjir,” sahut Gibran dikutip dari Antara.
Wapres juga menyoroti keluhan warga terkait pernyataan Gubernur Kalsel sebelumnya yang menyimpulkan bahwa kejadian di Balangan bukan banjir bandang, serta tidak berkaitan dengan aktivitas pertambangan maupun kerusakan lingkungan.
Gibran meminta Gubernur Kalsel membuka ruang dialog dan menerima masukan, "Namun saya juga meminta mahasiswa jangan hanya mengkritik. Harus disodorkan solusi yang membangun,” tambahnya.