130 Penumpang Masih Dicari, Menhub Turun Langsung Awasi Penanganan Korban KM Virgo Transport 8

Kecelakaan KM Virgo Transport 8 tujuan Banjarmasin di Laut Jawa, Minggu (13/09/2026) menewaskan 6 orang dari total 113 penumpang yang dapat dievakuasi.

Sep 13, 2026 - 18:32
Sep 14, 2026 - 01:23
130 Penumpang Masih Dicari, Menhub Turun Langsung Awasi Penanganan Korban KM Virgo Transport 8
Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi memantau perawatan yang diberikan kepada korban selamat dalam kecelakaan KM Virgo Transport 8 di Posko Operasi SAR Banjarmasin. Foto: Kemenhub

KABARKALSEL.COM, BANJARMASIN – Kecelakaan KM Virgo Transport 8 tujuan Banjarmasin di Laut Jawa, Minggu (13/09/2026) menewaskan 6 orang dari total 113 penumpang yang dapat dievakuasi. 

Korban dievakuasi oleh sejumlah kapal yang kebetulan melintas di sekitar lokasi kecelakaan seperti TB Mauhau IX, TB Trans Coal Pacific (TCP), HV Haida, dan KM Cahaya Bahari.

Selanjutnya seluruh penumpang maupun yang sudah meninggal dunia dibawa ke Pelabuhan Trisakti Banjarmasin untuk mendapatkan penanganan medis, pendataan, dan proses reunifikasi dengan keluarga.

Berdasarkan data sementara, TB Mauhau IX mengevakuasi 14 orang dalam kondisi selamat. Kapal ini juga membawa masing-masing seorang korban meninggal dunia dan cedera berat.

Sementara TB TCP mengevakuasi seorang penumpang selamat dan 5 orang meninggal dunia dari lokasi kejadian.

Berita Terkait: KM Virgo Transport 8 Tujuan Banjarmasin Terbalik di Laut Jawa, 103 Orang Berhasil Dievakuasi

Sedangkan MV Haida mengevakuasi 69 penumpang dalam kondisi selamat. Adapun KM Cahaya Bahari membawa 22 penumpang selamat.

Dengan demikian, total korban yang telah berhasil dievakuasi sementara mencapai 113 orang. Rinciannya 107 orang selamat dan 6 orang meninggal dunia. Sementara masih tersisa 130 penumpang yang masih dalam proses pencarian.

“Kami berharap seluruh penumpang yang selamat dalam kondisi baik, sehingga dapat kembali kepada keluarga dengan segera dan dengan kondisi yang baik juga,” papar Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi dalam konferensi pers di Posko Operasi SAR Banjarmasin.

"Proses evakuasi terus berlangsung dan sejumlah kapal yang membawa para korban masih dalam perjalanan. Apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat dalam proses evakuasi," imbuhnya.

Terkait penyebab kecelakaan, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyerahkan proses investigasi kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). 

Namun Data Mahkamah Pelayaran Kementerian Perhubungan menunjukkan sepanjang periode 2020 sampai 2026 tercatat telah muncul 111 kejadian kecelakaan kapal.

Dari total kejadian, tubrukan merupakan jenis kecelakaan yang mendominasi dengan 40 kasus (36 persen), tenggelam 28 kasus (24 persen), kandas 24 kasus (22 persen), dan kebakaran 20 kasus (18 persen).

Warga mencari informasi korban kecelakaan KM Virgo Transport 8 di Posko Operasi SAR di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, Minggu (13/09/2026). Foto: Antara

“Kami tidak ingin mendahului investigasi KNKT. Hal yang terpenting adalah semoga penyebab kecelakaan dapat diketahui dan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan keselamatan pelayaran dikemudian hari,” tegas Dudy.

Sementara Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii menjelaskan awak kapal telah melaporkan kepada perusahaan bahwa mereka menghadapi cuaca buruk sebelum terbalik.

"Beberapa jam setelah pelaporan, kondisi kapal mengalami perubahan center of gravity atau kemiringan," papar Syafii dalam kesempatan yang sama.  

"Selanjutnya awak kembali mengirimkan broadcast bahwa mereka membutuhkan bantuan dan mengaktifkan perangkat darurat EPIRB yang tersedia untuk meminta pertolongan," sambungnya.

Setelah menerima informasi tersebut, Kantor SAR Banjarmasin yang memiliki kewenangan di wilayah perairan kejadian melakukan analisis cepat dan melapor kepada Basarnas Command Center.

Berita Terkait: Bawa 243 Penumpang dan Awak, Virgo Transport 8 Tujuan Banjarmasin Hilang Kontak di Laut Jawa

Basarnas Command Center kemudian mendeklarasikan kondisi kedaruratan kepada seluruh pengguna lalu lintas laut di Laut Jawa agar dapat memberikan bantuan terhadap kapal yang mengalami keadaan darurat.

Adapun posisi kapal sudah ditemukan dalam kondisi terbalik. Selanjutnya sebagian besar sumber daya SAR untuk penanganan, penyisiran lanjutan dan evakuasi di sekitar lokasi. 

Unsur Basarnas yang digerakkan antara lain KN SAR Laksmana 241, KN SAR Permadi 249, KN SAR Wisanggeni, KN SAR Kamajaya, RIB Palangkaraya, dan helikopter HR-3601 Dauphin AS 365 N3+ dari Wing Udara 2 Skuadron 400 Lanudal Juanda.

Operasi juga didukung unsur TNI Angkatan Laut seperti KRI NAL-363, KRI PFN-731, KRI Canopus-936, KAL Kumai, dan pesawat CN-235 P-8301.

Ditpolairud Polda Kalimantan Selatan juga mengerahkan 3 kapal masing-masing KP XIII-3001, KP XIII-2004 dan KP XIII-1008 untuk membantu proses pencarian korban. Ini belum termasuk armada Korpolairud Baharkam Polri.

"Mohon dukungan dan doa dari seluruh masyarakat agar operasi bisa dilaksanakan dengan baik dan berhasil mengevakuasi seluruh korban," tutup Syafii.