Tragedi Perkemahan MTs Al Furqan Banjarmasin, Keluarga Soroti Kolam dan Respons Sekolah
Tragedi yang menewaskan dua siswa MTs Muhammadiyah 3 Al Furqan Banjarmasin, Minggu (06/08/2026), menyisakan sejumlah pertanyaan dari keluarga korban.
KABARKALSEL.COM, BANJARMASIN - Tragedi yang menewaskan dua siswa MTs Muhammadiyah 3 Al Furqan Banjarmasin, Minggu (06/08/2026), menyisakan sejumlah pertanyaan dari keluarga korban.
Kedua siswa bernama Rizqi Adly Fakhrian (13) dan Muhammad Farhan Alkatiri (13) ditemukan dalam kondisi kritis seusai tercebur ke kolam di Kompleks Universitas Muhammadiyah Banjarmasin (UMB), Kecamatan Alalak, Barito Kuala (Batola), Minggu (06/09/2026) siang.
Mereka diduga tergelincir ke kolam, ketika akan mencuci kaki. Kejadian ini baru diketahui berselang kemudian, setelah dilakukan pengecekan ulang siswa peserta.
Farhan sendiri diduga telah meninggal dunia, sebelum dievakuasi ke Klinik Setara Batola di Handil Bakti. Sementara Rizqi sempat dilarikan ke RSUD H Moch Ansari Saleh Banjarmasin, tetapi tetap tidak tertolong.
Sontak kejadian tersebut membuat keluarga korban terpukul hebat. Bahkan ibu Muhammad Farhan Alkatiri, Atikah, menyayangkan sikap sekolah yang tidak langsung memberikan kabar.
Selama sekitar 2 jam setelah kejadian, Atikah mengaku baru mengetahui sebagian kronologis kejadian dari cerita sejumlah orang.
Atikah juga mempertanyakan aktivitas siswa di sekitar kolam. Berdasarkan informasi dihimpun, siswa diarahkan mencuci kaki di kolam seusai mengikuti permainan yang membuat pakaian mereka kotor.
"Kenapa disuruh mencuci kaki di danau? Kenapa tidak di WC saja? Padahal setelah saya cek, kedalaman kolam mencapai 10 meter," ungkap Atikah dengan air mata berderai, Senin (07/09/2026).
Baca Juga:
Dua Siswa Al Furqan Banjarmasin Tewas Tenggelam di Kolam Kompleks UMB, Polisi Lakukan Pendalaman
Sebagai tidak lanjut, keluarga korban berencana membuat laporan resmi ke polisi agar dilakukan pengusutan terkait dugaan kelalaian.
Sementara MTs Muhammadiyah 3 Al Furqan Banjarmasin yang dikonfirmasi terpisah, menyatakan telah melaksanakan kegiatan sesuai prosedur.
"Kami berbelasungkawa yang sebesar-besarnya kepada keluarga korban. Semoga yang meninggal mendapat keberkahan dari Allah SWT," papar Roy Akhriannoor selaku Wakil Direktur Bidang Kesantrian Al Furqan.
"Kami telah berusaha sebaik mungkin melaksanakan kegiatan tersebut. Terkait persolan yang terjadi, juga telah ditangani kepolisian. Tentunya kami juga akan melakukan perbaikan-perbaikan dalam setiap kegiatan," sambungnya.
Terlepas dari insiden tersebut, MTs Muhammadiyah 3 Al Furqan sedianya telah mendapat tempat di hati masyarakat, setelah resmi beroperasi mulai tahun ajaran 2005/2006.
Dikutip dari siniar Ponpes Modern Al Furqan, sekolah dibangun sejak 2004 oleh Panitia Pembangunan dan Pengembangan Lembaga Pendidikan Muhammadiyah yang dibentuk PC Muhammadiyah Banjarmasin 3.
Seiring berjalan waktu setelah tahun ajaran 2005/2006, jumlah siswa pun bertambah dan MTs Al Furqan berhasil mendapatkan akreditasi A. Sejumlah siswa pun mendapatkan serangkaian prestasi di berbagai bidang akademik maupun nonakademik.
Bahkan menjelang tahun ajaran 2006/2007, juga dibuka Madrasah Ibtidaiyah Al Furqan. Dilanjutkan SMK Farmasi Al Furqan sejak 2011 dan Madrasah Aliyah Al Furqan mulai 2013.
Adapun pembelajaran menggunakan kurikulum Kementerian Agama, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikdasmen), dan pondok pesantren yang dirancang sendiri.

