Pemkot Banjarmasin Kawal Kasus Kematian Dua Siswa MTs Al Furqan di Alalak Batola
Tragedi perkemahan yang menyebakan kematian dua siswa MTs Muhammadiyah 3 Al Furqan, sudah direspons Pemkot Banjarmasin.
KABARKALSEL.COM, BANJARMASIN - Tragedi perkemahan yang menyebakan kematian dua siswa MTs Muhammadiyah 3 Al Furqan, sudah direspons Pemkot Banjarmasin.
Wali Kota HM Yamin HR yang diwakili Wakil Wali Kota Hj Ananda, langsung menyambangi salah satu rumah keluarga korban di Jalan Masjid Jami, Kelurahan Sungai Jingah, Kecamatan Banjarmasin Utara, Kamis (10/09/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Ananda langsung bertemu ayah mendiang RAF (13) dan MFA (13), sekaligus mendengarkan kronologis kejadian yang didasari pengakuan rekan-rekan korban.
Keluarga lantas mempertanyakan alasan siswa dibiarkan turun ke kolam untuk membersihkan pakaian seusai pelaksanaan wide game. Terlepas dari kondisi kamar mandi yang kehabisan air, panitia juga tidak melakukan pengawasan di sekitar kolam.
Mereka juga menyayangkan respons panitia, seusai mendapatkan laporan perihal beberapa anak yang tenggelam di kolam. Sekitar 1 jam setelah kedua korban tidak ditemukan, baru dilakukan pencarian di dalam kolam.
Berita Terkait:
Tragedi Perkemahan MTs Al Furqan Banjarmasin, Keluarga Soroti Kolam dan Respons Sekolah
Belasan Saksi Diperiksa, Polisi Ungkap Kronologis Sementara Kematian Dua Siswa Al Furqan Banjarmasin
Dari kedua ayah korban, Ananda juga diceritakan perihal perbedaan kronologis kejadian dari panitia dengan rekan-rekan yang bersama korban sebelum kejadian.
Setelah mendengarkan seluruh keterangan, Ananda menegaskan komitmen Pemkot Banjarmasin untuk mengawal kasus yang sudah ditangani Polres Barito Kuala (Batola) dan Polsek Alalak tersebut.
Diketahui kemah yang diikuti sekitar 360 siswa dari empat sekolah itu berlangsung di Kompleks Universitas Muhammadiyah Banjarmasin (UMB), Desa Semangat Dalam, Kecamatan Alalak, Batola.
"Mewakili Wali Kota Banjarmasin, ulun menyampaikan langsung belasungkawa gasan keluarga. Mudahan Allah SWT memberikan tempat terbaik gasan kedua almarhum," papar Ananda dikutip dari siniar pribadi, Sabtu (12/09/2026).
"Proses hukum sedang berjalan, kita kawal beimbaian supaya kebenaran dan keadilan nang menjadi pemenang. Mudahan kejadian seperti ini kada teulang lagi, wan keselamatan anak-anak kita selalu menjadi prioritas dalam setiap kegiatan," tegasnya.

