1.678 Hotspot Terdeteksi, Kalsel Siaga Hadapi Ancaman Karhutla
Kalimantan Selatan resmi memasuki fase siaga menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
KABARKALSEL.COM, BANJARBARU – Kalimantan Selatan resmi memasuki fase siaga menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Meski kondisi di lapangan masih relatif terkendali, Pemprov Kalsel memilih bergerak lebih awal untuk mencegah bencana yang kerap muncul setiap puncak musim kemarau.
Keputusan itu ditandai dengan penetapan status siaga darurat karhutla yang ditandatangani Gubernur H Muhidin dalam Rakor Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana Karhutla di Gedung DR KH Idham Chalid, Banjarbaru, Senin (06/07/2026).
Rapat dihadiri Wakil Gubernur H Hasnuryadi Sulaiman, Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin, Ketua DPRD Supian HK, Kapolda Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan, dan sejumlah kepala daerah hingga instansi vertikal terkait.
"Penetapan status siaga didasari prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), terkait puncak musim kemarau mulai Agustus hingga September," ungkap Muhidin.
"Langkah tersebut merupakan bentuk antisipasi agar seluruh unsur sudah siap sebelum kondisi memburuk, seiring peningkatan potensi karhutla," imbuhnya.
Di sisi lain, Barito Kuala, Tapin, dan Tanah Bumbu telah lebih dulu menetapkan status siaga darurat karhutla. Sementara sepanjang 2026, telah terdeteksi 1.678 hotspot dan total 41 kejadian kebakaran yang terbanyak terjadi di Tapin.
"Dari ribuan hotspot yang terdeteksi, sebagian besar berada di kawasan batu bara sehingga bukan kebakaran lahan. Namun demikian, seluruh unsur terkait tetap harus meningkatkan patroli dan melakukan pemadaman sedini mungkin," beber Muhidin.
“Masyarakat juga diimbau agar jangan membuka lahan dengan cara membakar. Kalau menemukan titik api, segera melapor kepada kepala desa, lurah, Babinsa, Bhabinkamtibmas, atau petugas terdekat agar segera dipadamkan," sambungnya.
Selain menetapkan status siaga, Pemprov Kalsel melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) memodifikasi sepeda motor trail menjadi kendaraan pemadam untuk menjangkau kebakaran di lahan gambut.
"Kontur tanah gambut yang lembek tidak memungkinkan dilalui truk tangki maupun kendaraan berat, sehingga kami memodifikasi sepeda motor trail agar dapat menjangkau lokasi kebakaran,” beber Ronny Eka Saputra selaku Kalak BPBD Kalsel.
"Inovasi tersebut diharapkan mampu memperluas jangkauan penanggulangan karhutla, sekaligus menjadi contoh untuk daerah lain yang memiliki karakteristik lahan serupa," sambungnya.
Sementara Dinas Sosial Kalsel mendukung operasi penanggulangan karhutla dengan menyiapkan sekitar 1.200 anggota Taruna Siaga Bencana (Tagana) yang tersebar di seluruh kabupaten kota.
Ditambah berbagai perlengkapan keselamatan seperti helm pemadam, sepatu bot, sarung tangan, masker, wearpack, oksigen portabel, hingga kacamata pelindung.
"Sedangkan untuk mendukung operasi lapangan, tersedia 3 unit mesin pompa portabel, 5 gulung selang lengkap dengan nozzle, 2 kompresor, kendaraan rescue, mobil tangki air, ambulans, dan berbagai peralatan manual," sahut Kepala Dinas Sosial Kalsel, M Farhanie, dalam kesempatan yang sama.
"Adapun di sektor logistik, disiapkan 20 tenda serbaguna, 10 tenda dapur umum, 30 tenda keluarga, dan a 250 unit field bed yang siap digunakan untuk kondisi darurat," tutupnya.

