Buka MTQN XXXVII Kalsel, Gubernur Soroti Tantangan Media Sosial dan Game Online
Gemuruh tabuhan beduk yang disambut lantunan syair religi dan ribuan pasang mata di Lapangan 5 Desember Marabahan, Sabtu (20/06/2026) malam, menandai pembukaan Musabaqah Tilawatil Qur’an Nasional (MTQN) XXXVII Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan di Barito Kuala (Batola).
KABARKALSEL.COM, MARABAHAN - Gemuruh tabuhan beduk yang disambut lantunan syair religi dan ribuan pasang mata di Lapangan 5 Desember Marabahan, Sabtu (20/06/2026) malam, menandai pembukaan Musabaqah Tilawatil Qur’an Nasional (MTQN) XXXVII Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan di Barito Kuala (Batola).
Event tahunan yang mempertemukan para qari, qariah, hafiz, hafizah, serta peserta terbaik dari 13 kabupaten dan kota di Kalsel resmi dibuka Gubernur H Muhidin.
Pembukaan berlangsung meriah dengan dihadiri unsur Forkopimda Kalsel, sejumlah bupati dan wali kota, Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ), Kanwil Kementerian Agama, seluruh kafilah peserta, hingga ribuan masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati H Bahrul Ilmi kembali menyampaikan rasa syukur dan kebanggaan karena Batola dipercaya menjadi tuan rumah pelaksanaan MTQN XXXVII.
“Tentunya menjadi tuan rumah menjadi kebahagiaan bagi kami, karena bisa menyambut dan berkumpul bersama ulama, umara, dan ahli Al-Qur’an dari seluruh kabupaten dan kota di Kalsel," ungkap Bahrul.
MTQN XXXVII Kalsel 2026 sendri mengusung tema 'Membumikan Nilai-Nilai Al-Qur’an dalam Kehidupan Masyarakat untuk Mewujudkan Batola Sejahtera, Agamis, Terpadu, dan Unggul (SATU)'.
Tema tersebut dinilai sejalan dengan nilai-nilai universal yang diajarkan Al-Qur’an seperti keadilan, kerja keras, daya saing, dan kehidupan religius.
“InsyaAllah Pemkab Batola akan terus memberikan perhatian dan komitmen terhadap program serta kegiatan keagamaan. Dengan menebar kebaikan dan mengingat Allah, pemerintah dan masyarakat di Batola akan memperoleh keberkahan dan kedamaian,” sambung Bahrul.
Sementara Muhidin menyampaikan apresiasi Pemkab Batola, Kanwil Kementerian Agama, LPTQ, dan semua pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan MTQN XXXVII.
“Semoga MTQN XXXVII Kalsel 2026 menjadi ruang dan waktu yang lebih menyadarkan semua bahwa Al-Qur’an adalah pedoman untuk meraih kebahagiaan hidup dunia dan akhirat,” tegas Muhidin.
Opick mengajak sejumlah penonton untuk bersama membawa lagu religi dalam opening ceremony MTQN Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan di Lapangan 5 Desember Marabahan, Sabtu (20/06/2026) malam. Foto: Kabar Kalsel
Terlebih tantangan membiasakan membaca Al-Qur’an sekarang jauh lebih besar dibandingkan masa lalu, ketika interaksi masyarakat dengan aktivitas keagamaan belum banyak tergeser oleh perkembangan teknologi dan beragam hiburan digital.
"Sekarang beragam hiburan digital, media sosial, game online, hingga gaya hidup modern kerap membuat masyarakat, khususnya generasi muda, lalai untuk berinteraksi dengan Al-Qur’an," tukas Muhidin.
“Saya mengajak semua pihak, khususnya para orang tua, agar membiasakan anak-anak membaca Al-Qur’an minimal satu kali setelah salat Magrib dan menjadikan kebiasaan ini sebagai gaya hidup,” sambungnya.
Di sisi lain, Muhidin juga menegaskan kepada dewan hakim dan juri MTQN XXXVII Kalsel 2026 agar menjaga profesionalisme dan objektivitas selama proses penilaian berlangsung.
“Al-Qur’an tidak pantas untuk dipermainkan, sehingga diharapkan dewan hakim dan juri memberikan penilaian secara sportif,” beber Muhidin.
"Khusus seluruh kafilah, saya berpesan agar menjadikan setiap lantunan ayat suci sebagai bentuk syiar dan ibadah. Kalau pun tidak mendapatkan juara, para kafilah sudah menampilkan keindahan Al-Qur’an dan ini akan diperhitungkan Allah SWT sebagai ibadah,” tambahnya.
Prosesi pembukaan MTQN XXXVII Kalsel ditandai dengan penabuhan beduk oleh Muhidin, didampingi Bupati H Bahrul Ilmi dan Wakil Bupati H Herman Susilo.
Kesemarakan opening ceremony semakin terasa, ketika penyanyi religi Opick ditampilkan sebagai kejutan kepada masyarakat dan seluruh kafilah.
Opick membawakan sejumlah lagu hits seperti Assalamualaikum, Ya Maulana, Rapuh, Khusnul Khotimah, Bila Waktu Tlah Berakhir, Dealova, Alhamdulillah, Tombo Ati, hingga Shollu Ala Muhammad.
Khusus tiga lagu terakhir, penyanyi bernama lengkap Aunur Rofiq Lil Firdaus itu meminta sejumlah penonton untuk bernyanyi bersama di panggung.




