Arus Mudik dan Balik Lebaran Kalsel Padat, Jalur Kandangan–Banjarmasin Tersendat
Kondisi arus mudik dan balik Lebaran 2026 di Kalimantan Selatan hingga H+1 dan H+2, masih diwarnai kepadatan lalu lintas yang signifikan.
KABARKALSEL.COM, BANJARMASIN – Kondisi arus mudik dan balik Lebaran 2026 di Kalimantan Selatan hingga H+1 dan H+2, masih diwarnai kepadatan lalu lintas yang signifikan.
Sejumlah jalur utama, khususnya Jalan Ahmad Yani menuju Banua Enam dari arah Banjarmasin, mengalami kemacetan panjang hingga berjam-jam.
Dikutip dari Antara, puluhan kendaraan di beberapa titik bahkan hanya bisa bergerak merayap sepanjang H+1. Perjalanan dari Barabai menuju Kandangan yang biasanya ditempuh dalam waktu kurang dari 1 jam, justru memakan waktu hingga 2 jam.
Salah satu titik kemacetan terparah terjadi di Pertigaan Pantai Hambawang, Hulu Sungai Tengah, karena pertemuan arus kendaraan dari arah Barabai, Amuntai dan Banjarmasin.
Kepadatan lalu lintas juga terjadi di Bundaran Ketupat Besar Kandangan menuju Rantau. Banyak kendaraan dilaporkan nyaris tidak bergerak, sehingga membuat sejumlah pengendara mencari jalur alternatif.
Pun Jalan Kandangan-Margasari hingga Rantau Badauh di Barito Kuala, juga mengalami kemacetan serupa. Dampaknya, perjalanan Kandangan menuju Banjarmasin memakan waktu hampir 4 jam dari biasanya hanya sekitar 2,5 jam.
Memasuki H+2, intensitas kepadatan belum berubah signifikan. Perjalanan dari Kandangan menuju Binuang di Tapin yang berjarak sekitar 50 kilometer, dapat memakan waktu lebih dari 3 jam.
Kemacetan juga terpantau di Simpang Tiga Astambul. Titik ini menjadi salah satu lokasi rawan macet, karena arus kendaraan keluar dan masuk peziarah Kubah Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari.