Hadapi Ancaman Karhutla, Polres Batola Mengerahkan Kekuatan Lintas Sektor
Kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) diantisipasi secara serius oleh Polres Barito Kuala (Batola).
KABARKALSEL.COM, MARABAHAN - Kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) diantisipasi secara serius oleh Polres Barito Kuala (Batola).
Bersama TNI, pemerintah daerah, pemadam kebakaran, relawan hingga perusahaan perkebunan, digelar apel kesiapsiagaan di Lapangan 5 Desember, Marabahan, Selasa (11/08/2026).
Dipimpin langsung Kapolres AKBP Susilawati, apel kesiapsiagaan melibatkan kekuatan personel dari berbagai unsur. Mulai dari Polres dan Polsek, Satpolairud, Sat Samapta, Satlantas, Satreskrim, Sat Intelkam, dan Satresnarkoba.
Kemudian Sat Brimob Polda Kalimantan Selatan, Kodim 1005/Barito Kuala, Yonif TP 925/Ksatria Wangkang, BPBD, Senkom, Dinas Kesehatan, Satpol PP hingga relawan pemadam kebakaran.
Apel juga dihadiri Bupati H Bahrul Ilmi, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Andrianto Budi Santoso, Wakapolres Batola Kompol Zaenuri dan Kodim 1005/Barito Kuala.
Keterlibatan perusahaan perkebunan juga menjadi bagian penting dalam kesiapan menghadapi karhutla. Sejumlah perusahaan mengerahkan personel dan kendaraan pemadam lengkap dengan peralatan.
Berita Terkait:
Karhutla di Jejangkit Meluas, Julong Group Bersama Polres Batola dan Relawan Berjibaku Hingga Malam
Karhutla Sulit Dijangkau, BPBD Kalsel Langsung Menurunkan Water Bombing
Perusahaan yang terlibat adalah PT Putra Bangun Bersama (PBB), PT Barito Putera Plantation (BPP), PT Anugerah Sawit Andalan (ASA), PT Tasnida Agro Lestari (TAL), PT Agri Bumi Sentosa (ABS), PT Tri Buana Mas (TBM), PT Tiga Daun, PT Talenta Bumi dan PT Palmina Utama.
"Kesiapan sejak dini penting mengingat karhutla membutuhkan respons cepat. Melalui apel kesiapsiagaan, dilakukan pengecekan kesiapan personel maupun sarana dan prasarana," papar Kapolres melalui Kasi Humas Iptu Budi Mego Santoso.
Mengingat dampak yang ditimbulkan karhutla, dipastikan penanganan tidak bisa hanya mengandalkan satu institusi. Kecepatan penanganan akan bergantung kepada koordinasi lintas sektor yang memiliki sumber daya pemadaman.
“Tentunya sinergisitas lintas sektoral sangat diperlukan agar penanganan karhutla bisa dilakukan dengan cepat, tepat dan terpadu sehingga dampak terhadap masyarakat maupun lingkungan dapat diminimalkan,” jelas Budi.
Kapolres Batola AKBP Susilawati melakukan pengecekan kesiapan personel bersama Bupati H Bahrul Ilmi dan Kajari Andrianto Budi Santoso dalam apel kesiapsiagaan karhutla di Lapangan 5 Desember, Marabahan, Selasa (11/08/2026). Foto: Humas Polres Batola

