Cek Gudang Bulog, Gubernur Kalsel Jamin Beras SPHP Tak Bermasalah

Merespons laporan masyarakat soal kelayakan beras, Gubernur H Muhidin memonitoring ke gudang Badan Urusan Logistik (Bulog) Kantor Wilayah Kalimantan Selatan di Landasan Ulin, Banjarbaru, Senin (06/10/2025).

Oct 6, 2025 - 16:08
Oct 7, 2025 - 16:10
Cek Gudang Bulog, Gubernur Kalsel Jamin Beras SPHP Tak Bermasalah
Gubernur H Muhidin bersama Kapolda Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan dan Kabinda Brigjen Pol Nurullah memonitoring kondisi beras di Bulog Kanwil Kalsel. Foto: RRI

KABARKALSEL.COM, BANJARBARU - Merespons laporan masyarakat soal kelayakan beras, Gubernur H Muhidin memonitoring ke gudang Badan Urusan Logistik (Bulog) Kantor Wilayah Kalimantan Selatan di Landasan Ulin, Banjarbaru, Senin (06/10/2025).

Monitoring beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) itu dilakukan bersama Kapolda Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan dan Kabinda Brigjen Pol Nurullah. Mereka pun langsung ditemui Muhammad Akbar Said selaku Kepala Bulog Kanwil Kalsel.

“Kami mendatangi Bulog untuk melihat langsung ketersediaan stok beras, sekaligus memastikan kelayakan kondisi beras yang didistribusikan kepada masyarakat," ungkap Muhidin.

"Sebelumnya kami mendapat laporan soal beras yang diterima masyarakat tidak layak konsumsi. Makanya kami datang langsung untuk mengecek," sambungnya.

Berdasarkan hasil monitoring, stok beras SPHP yang tersisa sebanyak 13.000 ton merupakan hasil impor dari tahun sebelumnya dan sekarang telah melalui proses penyortiran.

"Faktanya kondisi beras dari luar Kalsel tersebut bagus dan sudah disortir semua. Masih tersisa sekitar 13.000 ton lagi yang harus dihabiskan sepanjang 2025,” jelas Muhidin.

Berita Terkait:

Marak Praktik Beras Oplosan Kemasan Bulog, Begini Cara Mencegahnya

Polda Kalsel Tangkap Penyebar Hoaks Beras Beracun dari China

Diketahui masyarakat Kalsel lebih menyukai beras lokal daripada beras luar. Situasi ini tak urung membuat Kalsel mengalami surplus beras, karena sebagian besar petani sudah melakukan panen.

"Kami berharap pendistribusian beras SPHP yang merupakan program pemerintah pusat, dapat berjalan lancar. Kedepan karena Kalsel surplus beras, mudahan stok dari petani dapat mencukupi kebutuhan beras masyarakat,” beber Muhidin.

Adapun Rosyanto Yudha Hermawan menyampaikan Polda Kalsel terus bersinergi dalam pengawasan penyaluran beras SPHP kepada masyarakat.

“Kami berkoordinasi dengan Gubernur dan Kakanwil Bulog Kallsel, terkait penyaluran beras SPHP. Tentunya sampai akhir 2025, masih terdapat 13.000 ton yang harus disalurkan kepada masyarakat,” sahut Yudha.

Sementara Muhammad Akbar Said menyampaikan bahwa sebenarnya total stok beras yang tersedia mencapai 29.000 ton. Rinciannya 16 ribu ton beras dalam negeri dan 13 ribu ton beras impor 2024.

"Sekarang kami tidak lagi menerima kiriman beras dari pusat maupun impor baru. Sisa 13.000 ton beras impor akan disalurkan untuk program bantuan pangan dan SPHP sesuai instruksi Badan Pangan Nasional (Bapanas)," tutupnya.