Dishub Kalsel Ubah Strategi BRT Banjarbakula, Fokus Layani Kawasan Perkantoran Dulu

Dinas Perhubungan (Dishub) Kalimantan Selatan menyiapkan pola baru operasional Bus Rapid Transit (BRT) Banjarbakula, setelah rencana penerapan skema Buy The Service (BTS) belum dapat direalisasikan.

May 22, 2026 - 21:34
May 23, 2026 - 21:34
Dishub Kalsel Ubah Strategi BRT Banjarbakula, Fokus Layani Kawasan Perkantoran Dulu
Armada BRT Banjarbakula yang sebelumnya melayani rute Banjarmasin, Banjarbaru, Kabupaten Banjar, Barito Kuala, dan Tanah Laut. Foto: Media Center Kalsel

KABARKALSEL.COM, BANJARMASIN – Dinas Perhubungan (Dishub) Kalimantan Selatan menyiapkan pola baru operasional Bus Rapid Transit (BRT) Banjarbakula, setelah rencana penerapan skema Buy The Service (BTS) belum dapat direalisasikan.

Direncanakan mulai 2026, Pemprov Kalsel menyerahkan pengelolaan operasional BRT atau Tayo Biru melalui pihak ketiga dengan pola BTS atau pembelian jasa layanan transportasi. 

Namun skema yang dinilai mampu meningkatkan standar pelayanan angkutan umum tersebut belum dapat direalisasikan dalam waktu dekat.

"Penyebabnya adalah beberapa aturan yang belum sinkron terkait aset, sewa, tarif hingga pemeliharaan armada,” papar Kepala Dinas Perhubungan Kalsel, Fitri Hernadi, Jumat (22/05/2026).

Akibat kendala tersebut, anggaran yang telah disiapkan belum dapat dijalankan. Dishub Kalsel akhirnya memutuskan menghentikan sementara pola operasional lama sambil menyiapkan konsep baru yang lebih realistis menggunakan skema APBD.

Sebagai langkah awal, Dishub Kalsel berencana meluncurkan layanan shuttle khusus kawasan perkantoran mulai Juni atau Juli 2026 bertepatan dengan momentum Hari Jadi Provinsi Kalsel.

“Insya Allah menjelang Hari Jadi Kalsel akan diluncurkan shuttle khusus yang melayani kawasan perkantoran,” beber Fitri.

Dalam tahap awal, layanan shuttle tersebut akan dioperasikan menggunakan tiga unit armada sebagai uji coba dengan rute kawasan perkantoran di Banjarbaru dan Banjarmasin.

Evaluasi operasional akan dilakukan sepanjang 2026, sebelum layanan diperluas dan dimaksimalkan dalam tahun berikutnya.

Selain menyiapkan shuttle, Dishub Kalsel juga tengah merancang rerouting atau pengaturan ulang jalur BRT agar operasional armada menjadi lebih efisien dan mampu menjangkau lebih banyak masyarakat.

Salah satu skema yang disiapkan adalah memindahkan sebagian titik keberangkatan armada dari Terminal Pal 6 menuju Belitung. 

Selanjutnya armada akan bergerak ke 0 Kilometer, kemudian menuju Banjarbaru melalui Jalan Trikora, serta melayani kawasan perkantoran dan aktivitas ASN.

Dishub Kalsel juga sedang mencari lokasi pool baru di Banjarbaru guna mendukung operasional armada dari dua arah, baik dari Banjarbaru menuju Banjarmasin maupun sebaliknya.

Di sisi lain, Dishub Kalsel turut menyoroti peningkatan kepadatan penumpang selama jam sibuk, terutama pagi dan sore hari. Untuk mengatasi persoalan ini, operator diminta menyediakan bus listrik berkapasitas besar guna menggantikan beberapa armada kecil.

“Kami bukan membeli bus baru. Pola yang diterapkan adalah meminta operator menyediakan bus listrik kapasitas besar agar bisa menggantikan dua sampai tiga bus kecil berkapasitas 25 penumpang selama jam sibuk,” tutup Fitri.