Helikopter Water Bombing Jatuh di Sungai Barito Batola, Warga Bantu Evakuasi
Sebuah helikopter water bombing jatuh di Sungai Barito, tepatnya perairan Desa Tabatan, Kecamatan Kuripan, Barito Kuala (Batola), Minggu (08/10/2026) siang.
KABARKALSEL.COM, MARABAHAN - Sebuah helikopter water bombing jatuh di Sungai Barito, tepatnya perairan Desa Tabatan, Kecamatan Kuripan, Barito Kuala (Batola), Minggu (08/10/2026) siang.
Helikopter jenis Eurocopter EC225LP Super Puma dengan registrasi: VH-HGM itu terjatuh ketika akan mengambil air untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah.
Tidak lama setelah terjatuh, sejumlah warga setempat yang menggunakan kelotok langsung mendatangi lokasi kejadian.
Dari video yang beredar, helikopter kemudian diikat ke beberapa kelotok dan digiring ke pinggir sungai. Sementara seorang diduga pilot berkewarganegaraan asing, juga berhasil diselamatkan.
"Info awal yang didapatkan, seluruh awak helikopter berhasil selamat. Sekarang personel kami juga masih di tempat kejadian perkara," papar Kapolres Batola AKBP Susilawati, melalui Kapolsek Kuripan Ipda Arif Muslim.
Sebelum jatuh di Sungai Barito, helikopter tersebut sering dioperasikan untuk misiBadan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPN) di Indonesia melalui ARC Aviation, serta memiliki catatan penerbangan di Banjarmasin, Pontianak dan Surabaya.
Sementara BNPB dalam keterangan tertulis juga mengonfirmasi helikopter tersebut diketahui membawa tiga kru. Berdasarkan laporan awal, seluruh kru dilaporkan dalam kondisi selamat.
"Kepala BNPB Letjen TNI Kristomei Sianturi telah menerima laporan pendahuluan terkait insiden tersebut. Laporan lengkap mengenai kronologi dan penyebab kecelakaan segera disampaikan kepada publik," tambah keterangan tersebut.



