Kader Golkar Batola Solid Dukung Syarif Faisal, Tolak Intervensi dan Junjung AD/ART
Dinamika menjelang Musda XI DPD Partai Golkar Barito Kuala (Batola) kian menghangat. Salah satunya kemunculan surat persetujuan DPP Partai Golkar kepada salah seorang bakal calon dari lingkungan eksternal.
KABARKALSEL.COM, MARABAHAN - Dinamika menjelang Musda XI DPD Partai Golkar Barito Kuala (Batola) kian menghangat. Salah satunya kemunculan surat persetujuan DPP Partai Golkar kepada salah seorang bakal calon dari lingkungan eksternal.
Menyikapi persetujuan tersebut, sejumlah Pimpinan Kecamatan (PK) menegaskan sikap solid mendukung Syarif Faisal sebagai ketua, sekaligus menolak segala bentuk intervensi yang dinilai dapat mencederai marwah dan aturan organisasi.
“Kami tidak gentar menghadapi musda. Walau sudah beredar rekomendasi dari pusat kepada bakal calon lain dari eksternal, kami tetap solid dan maju terus,” tegas Ketua PK Wanaraya, Niman Sobirin, Selasa (30/12/2025).
Sikap serupa disampaikan Suriani selaku Ketua PK Mandastana yang menegaskan komitmen mendukung penuh Syarif sebagai ketua demi menjaga kehormatan partai.
“Kami solid mendukung dan berkomitmen memenangkan Syarif demi menjaga marwah partai. Jangan sampai terjadi pembelokan atau hal-hal yang mengganggu upaya menjaga marwah partai,” papar Suryani.
"Itu sejalan dengan komitmen salah seorang pengurus DPD Partai Golkar Kalimantan Selatan yang ingin membawa partai ini tetap berada di jalan kebenaran," tambahnya.
Sementara Ketua PK Tamban, Sarni Arianto, menekankan arti penting menjalankan roda organisasi sesuai aturan dasar partai, "Sebagai partai besar, sudah seharusnya Partai Golkar Batola dijalankan sesuai Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART),” jelasnya.
Adapun Syarif Faisal menyambut positif rekomendasi tersebut, karena merupakan jalan yang seharusnya dilakukan dalam pencalonan. Namun demikian, surat rekomendasi tidak serta-merta dijadikan alat untuk menunjuk ketua.
“Pun dalam rekomendasi dijelaskan bahwa surat tersebut hanya sebagai pengantar untuk maju sebagai calon. Adapun pemilihan tetap bergantung kepada voters,” tegas Syarif.
Berita Terkait:
Musda Golkar Batola Diundur, Dukungan Kepada Syarif Faisal Justru Menguat
Dukungan Tetap Solid, Syarif Faisal Mantap Bertarung di Musda DPD Golkar Batola
"Kami sekarang hanya berharap tahapan musda segera berjalan secara terbuka, mulai dari pengumuman, pendaftaran hingga verifikasi persyaratan," tambahnya.
Syarif juga menegaskan akan mengawal perpanjangan masa kepengurusan PK yang sudah ditetapkan hingga Juli 2026. Pengawalan ini sekaligus mitigasi agar tidak terjadi kecurangan menjelang musda.
“Salah satu contoh kecurangan adalah tiba-tiba memberhentikan kepengurusan definitif yang sudah mendapatkan masa perpanjangan dengan menempatkan pelaksana tugas (plt),” tukas Syarif yang menapaki karier politik bersama Partai Golkar Batola sejak 2007.
"Makanya kami menginginkan semua proses berjalan sesuai AD/ART, tanpa intervensi atau membawa kepentingan pihak-pihak tertentu. Mari menang terhormat dan kalah dengan terhormat pula," sambungnya.
Diketahui Musda XI DPD Partai Golkar Batola dijadwalkan 6 Desember 2025. Proses ini diawali pendaftaran bakal calon mulai 1 hingga 3 Desember 2025, dilanjutkan verifikasi bakal calon yang dilaksanakan 4 hingga 5 Desember 2025.
Namun setelah diusulkan kepada DPD Partai Golkar Kalsel, jadwal tersebut bertabrakan dengan agenda serupa di kabupaten/kota lain, sehingga Musda XI DPD Partai Golkar Batola diundur menjadi 14 Desember 2025.
Belakangan jadwal tersebut juga dianulir DPD Partai Golkar Kalsel tanpa alasan yang jelas. Diduga pengunduran jadwal disebabkan salah satu bakal calon belum mendapatkan rekomendasi.
Dari salinan yang diperoleh kabarkalsel.com, surat persetujuan diteken Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadia, dengan Nomor B-917/DPP/Golkar/XII/2025 tertanggal 24 Desember 2025.
Berita Terkait:
Didukung Mayoritas Suara, Syarif Faisal Siap Pimpin DPD Golkar Batola
Syarif Faisal Dari Lapangan Hijau Menuju Parlemen, Konsisten Mengabdi untuk Batola
“Sekarang setelah yang bersangkutan berhasil mendapatkan surat persetujuan, saya siap bertarung secara ksatria,” beber Syarif.
"Penyebabnya Musda Golkar Batola harus menjadi contoh bahwa partai memberi kesempatan yang sama kepada siapa pun selama sesuai AD/ART. Juga kader berintelektual, bermoralitas, dan berintegritas," sambungnya.
Dalam kesempatan yang sama, Abdullah Hair selaku Sekretaris DPD Partai Golkar Batola menjelaskan musda direncanakan berlangsung 24 Januari 2026.
“Kami sebagai pelaksana, baik steering committee maupun organizing committee, tentunya menyiapkan agar musda terlaksana dengan baik dan benar sesuai aturan organisasi,” jelas Abdullah.
"Tentunya sebagai partai yang memiliki pengaruh besar di Batola, pelaksanaan Musda Partai Golkar akan menjadi tolok ukur partai politik lain," tegasnya.
Terkait rekomendasi yang beredar secara elektronik, Sekretariat DPD Partai Golkar Batola justru belum menerima surat berbentuk fisik.
"Bahkan ketika bentuk fisik sudah diterima, surat persetujuan hanya menjadi salah satu syarat bakal calon atau bukan penentu mutlak," tukas Hair.
"Terkait perpanjangan masa kepengurusan PK, sebenarnya sudah ditetapkan dalam Surat Edaran Nomor 1 Tahun 2025. Disebutkan bahwa kepengurusan PK bertugas sampai pelaksanaan musda dan musyawarah kecamatan. Artinya baik musda maupun musyawarah kecamatan masih dalam kerangka yang sama,” tutupnya.