Menteri Lingkungan Hidup Dukung Kebijakan Gubernur Kalsel Soal Penanganan Sampah
Persoalan sampah di Kalimantan Selatan mendapat perhatian serius Kementerian Lingkungan Hidup (KH)
KABARKALSEL.COM, BANJARMASIN – Persoalan sampah di Kalimantan Selatan mendapat perhatian serius Kementerian Lingkungan Hidup (KH)
Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, bahkan turun langsung untuk memastikan penanganan berjalan lebih optimal.
Dalam pertemuan bersama Gubernur H Muhidin, Senin (23/03/2026), Hanif menegaskan komitmen mendukung penuh upaya pemerintah daerah dalam mengatasi persoalan sampah.
Turut berhadir Staf Ahli Menteri Antar Lembaga Pusat dan Daerah Kementerian LH Hanifah Dwi Nirwana, dan Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum (PU) Roy Rizali Anwar.
“Kami optimistis Kalsel bisa menjadi unggulan dalam pengelolaan lingkungan hidup. Terlebih Kalsel sudah memiliki kabupaten/kota yang mendapat predikat 'Menuju Kota Bersih'," ungkap Hanif.
Diketahui keempat kabupaten/kota yang mendapat predikat 'Menuju Kota Bersih' tersebut adalah Tabalong, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengah dan Tanah Bumbu.
“Selanjutnya kami akan mendorong daerah-daerah dimaksud bisa naik level dan meraih Piala Adipura melalui optimalisasi penangan sampah," jelas Hanif.
Alih-alih langsung bicara teknologi canggih, Hanif lebih menekankan langkah paling mendasar berupa memilah sampah organik dan non organik.
"Pemilahan akan sangat membantu proses pengelolaan. Bahkan sampah organik bisa langsung dimanfaatkan menjadi pupuk,” tegasnya.
Meski sudah terlihat progres, tantangan yang dihadapi Kalsel masih cukup besar. Data Kementerian Lingkungan Hidup menunjukkan dari total sekitar 22.253 ton sampah per hari, baru sekitar 827 ton yang terkelola.
Sedangkan 1.427 ton per hari atau 61 persen dari total timbunan sampah, belum tertangani dengan baik.
Untuk mengatasi ketimpangan tersebut, Hanif mendorong pembangunan TPS Reduce, Reuse, Recycle (3R) di berbagai daerah, serta mengusulkan pembagian tempat sampah kepada masyarakat agar pemilahan bisa dilakukan sejak dari rumah.
Sementara Muhidin tak menampik bahwa persoalan sampah menjadi tantangan serius. Volume sampah yang terus meningkat setiap hari berpotensi menimbulkan dampak lingkungan, kalau tidak ditangani dengan baik.
“Kami meminta pendapat kepada Menteri Lingkungan Hidup supaya kedepan Kalsel lebih baik dalam mengelola lingkungan hidup," sahut Muhidin.
Muhidin juga menegaskan akan menyusun jadwal pertemuan berkala untuk membahas kelanjutan penanganan sampah bersama pemerintah kabupaten/kota.
"Kemudian kalau dinilai perlu, pemerintah kabupaten/kota dapat belajar ke daerah lain yang telah sukses mengelola sampah, termasuk mengolah menjadi produk bernilai ekonomi," tutup Muhidin.