Refleksi Akhir Tahun, Kejari Barito Kuala Gelar Tausiyah dan Doa Bersama
Menjelang penghujung 2025, Kejaksaan Negeri (Kejari) Barito Kuala (Batola) menggelar tausiyah dan doa bersama.
KABARKALSEL.COM, MARABAHAN - Menjelang penghujung 2025, Kejaksaan Negeri (Kejari) Barito Kuala (Batola) menggelar tausiyah dan doa bersama.
Berlangsung mulai pukul 09.00 Wita di Aula Kejari Batola, Jumat (19/12/2025), kegiatan tersebut menjadi bentuk refleksi spiritual, sekaligus penguatan nilai integritas aparatur penegak hukum.
Kajari Andrianto Budi Santoso terlihat berbaur bersama jajaran kepala seksi, kasubbag, kasubsi, bersama ketua dan anggota Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) Batola, tenaga PPNPN, hingga para siswa magang dari SMKN 1 Marabahan.
Adapun tausiyah disampaikan ustaz HM Abda’i Rathami yang juga Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Kepala kantor Kementerian Haji dan Umrah Batola.
Dalam tausiyah selama lebih kurang 30 menit, Abda’i mengajak keluarga besar Kejari Batola untuk senantiasa melakukan muhasabah atau introspeksi diri sebagai cermin harian. Upaya ini dilakukan agar terhindar dari kebatilan dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab.
Berita Terkait:
Kejari Batola Resmi Berpredikat WBK 2025, Termasuk 38 Satker Terbaik di Indonesia
Kinerja Kejari Batola Melesat, Borong Penghargaan di Bidang Pembinaan dan Intelijen 2025
Abda’i juga menekankan arti syukur atas berbagai penghargaan dan capaian yang telah diraih sepanjang tahun, serta mengedepankan keikhlasan dalam bekerja.
"Keikhlasan akan meringankan beban batin dan mendorong setiap insan adhyaksa untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan hukum kepada masyarakat," papar Abda’i.
Momentum tersebut turut diisi dengan doa bersama agar Kejari Batola senantiasa diberi kekuatan dan dijauhkan dari kekhilafan, hal-hal buruk, serta berbagai rintangan yang dapat menghambat integritas dan dedikasi dalam pelaksanaan tugas negara.
Sementara Andrianto menambahkan tausiyah dan doa bersama menjadi wujud rasa syukur atas kelancaran tugas dan pengabdian, sekaligus upaya membangun mentalitas kerja ikhlas dan berlandaskan nilai-nilai spiritual.
"Dengan niat yang tulus, pengabdian profesi diharapkan tidak hanya menjadi capaian kinerja semata, tetapi juga bernilai ibadah dan membawa keberkahan, baik institusi maupun masyarakat luas," papar Andrianto.