Salat Idulfitri 1447 Hijriah, Warga Muhammadiyah di Kalsel Padati Masjid dan Lapangan

Suara takbir menggema mengiringi pelaksanaan Salat Idulfitri 1447 Hijriah yang dilakukan warga Muhammadiyah di berbagai wilayah Kalimantan Selatan, Jumat (20/03/2026).

Maret 20, 2026 - 17:13
Maret 20, 2026 - 17:13
Salat Idulfitri 1447 Hijriah, Warga Muhammadiyah di Kalsel Padati Masjid dan Lapangan
Warga Muhammadiyah di Kelurahan Mabuun, Kecamatan Murung Pudak, menggelar Salat Idulfitri 1447 Hijriah di halaman Kantor DPRD Tabalong. Foto: Humas Polres Tabalong

KABARKALSEL.COM, BANJARMASIN - Suara takbir menggema mengiringi pelaksanaan Salat Idulfitri 1447 Hijriah yang dilakukan warga Muhammadiyah di berbagai wilayah Kalimantan Selatan, Jumat (20/03/2026). 

Ribuan jemaah memadati sejumlah titik pelaksanaan, mulai dari halaman kantor, lapangan terbuka dan masjid, untuk menandai hari kemenangan dengan penuh khidmat.

Sejak pagi hari, masyarakat dari berbagai usia mulai berdatangan. Salah satunya di halaman Kantor Gubernur Kalsel, ratusan jemaah telah menata saf sejak pagi sebelum salat dimulai pukul 07.30 Wita.

Bertindak sebagai imam adalah Ustaz Muhammad Amin, sementara khutbah disampaikan Ustaz Muhammad Rifqi Fachrian. 

Antusiasme serupa terlihat di Masjid Al-Jihad Banjarmasin, Sekitar 5.000 jemaah memadati area masjid hingga meluber ke ruas Jalan Cempaka Besar. Adapun salat dipimpin Ustaz Agus Salim dengan khatib Usman Abdhali Watik.

Dalam kesempatan tersebut, Usman yang juga Direktur Riset Forum Rektor Perguruan Tinggi Muhammadiyah-Aisyiyah mengajak seluruh jemaah menjadikan ajaran agama sebagai rahmat untuk seluruh alam.

“"Beragama seharusnya mampu menenteramkan orang lain, bukan hanya diri sendiri," papar Usman Abdhali Watik dalam khutbah.

"Beragama seharusnya menghadirkan ketenangan, bukan perpecahan. Perbedaan adalah rahmat yang harus disikapi dengan bijak,” tambahnya.

Sementara di Lapangan Murdjani Banjarbaru, diperkirakan sekitar 5.000 jemaah berhadir. Salat dipimpin Ustaz Mukhlis Fuadi dengan khutbah disampaikan Ustaz Faisal Mubarak. 

Adapun di Tanah Laut, pelaksanaan salat berlangsung di enam titik berbeda. Salah satunya di halaman Stadion Pertasi Kencana, Pelaihari, dengan sekitar 600 jemaah.