Sepekan Operasi Modifikasi Cuaca, Curah Hujan di Kalsel Berkurang 39 Persen
Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang digelar di Kalimantan Selatan sudah berakhir. Hasilnya curah hujan diklaim berhasil direduksi hingga 39,54 persen.
KABARKALSEL.COM, BANJARBARU - Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang digelar di Kalimantan Selatan sudah berakhir. Hasilnya curah hujan diklaim berhasil direduksi hingga 39,54 persen.
OMC sendiri dilaksanakan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bekerja sama dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) selama enam hari mulai 9 hingga 14 Januari 2026.
Adapun pelaksanaan OMC merupakan tindak lanjut dari instruksi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, sesuai meninjau lokasi banjir di Balangan dan Banjar.
“OMC terbukti efektif menekan curah hujan dibandingkan prediksi awal," jelas Direktur Kedaruratan BNPB, Agus Riyanto, Kamis (15/01/2026).
"Keberhasilan operasi ini dapat meminimalisir kejadian bencana, sekaligus dan mempercepat penanganan banjir di Kalsel," tambahnya.
Berita Terkait:
Tekan Intensitas Hujan di Kalsel, BNPB dan BMKG Gelar Operasi Modifikasi Cuaca
Tekan Risiko Karhutla, KLH Meluncurkan Operasi Modifikasi Cuaca di Kalsel
Pelaksanaan OMC menggunakan pesawat Cessna Caravan 208 dengan nomor registrasi PK-SNM. Pesawat ini melakukan penyemaian awan menggunakan bahan semai berupa natrium klorida (NaCl) dan kalsium oksida (CaO).
Teknik tersebut bertujuan memicu hujan lebih awal di laut atau area yang tidak rawan banjir, sehingga volume hujan di kawasan pemukiman padat penduduk dapat dikurangi.
Selama sepekan operasi berlangsung, tercatat 21 kali penerbangan dilakukan dengan total penggunaan 13.000 kilogram NaCl dan 8.000 kilogram CaO.
Meski demikian, kondisi cuaca selama OMC menunjukkan dinamika menarik. Sebagian besar Banjarbaru, Banjar, dan Barito Kuala relatif terik si siang hari. Namun malam hari, hujan deras masih terjadi dengan durasi 5 hingga 10 menit.