Soeharto dan Gus Dur Dapat Gelar Pahlawan Nasional, Datu Kalampayan Belum Masuk Daftar

Tidak terlihat nama Datu Kalampayan dalam daftar 10 tokoh yang dianugerahi gelar pahlawan nasional oleh Presiden Prabowo Subianto dalam peringatan Hari Pahlawan 2025, Senin (10/11/2025).

Nov 11, 2025 - 19:20
Nov 11, 2025 - 19:26
Soeharto dan Gus Dur Dapat Gelar Pahlawan Nasional, Datu Kalampayan Belum Masuk Daftar
Presiden Prabowo Subianto menyerahkan gelar pahlawan nasional kepada anak Jenderal Besar TNI Soeharto, Siti Hardijanti Rukmana dan Bambang Trihatmodjo, di Istana Negara, Jakarta, Senin (10/11/2025). Foto: Biro Pers Setneg

KABARKALSEL.COM, JAKARTA - Tidak terlihat nama Datu Kalampayan dalam daftar 10 tokoh yang dianugerahi gelar pahlawan nasional oleh Presiden Prabowo Subianto dalam peringatan Hari Pahlawan 2025, Senin (10/11/2025). 

Penganugerahan gelar tersebut didasari Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 116/TK/Tahun 2025 tertanggal 6 November 2025.

Di antara nama-nama yang mendapat penghargaan, terdapat dua sosok besar pemimpin bangsa. Mereka adalah Presiden ke-2 RI Jenderal Besar TNI (Purn) Soeharto dan Presiden ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

Mereka dinilai berjasa besar dalam mencapai, merebut, mempertahankan dan mengisi kemerdekaan, serta mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa.

Namun tidak terlihat nama Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari atau Datu Kalampayan. Padahal ulama besar asal Kalimantan Selatan ini sudah pernah diusulkan.

"Memang Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari telah diajukan untuk memperoleh gelar pahlawan nasional," papar Kepala Dinas Sosial Kalsel, Muhammad Farhanie, Selasa (11/10/2025).

"Namun proses pengusulan terkendala masalah dokumentasi kepahlawanan yang belum lengkap," tukasnya.

Datu Kalampayan dikenal luas sebagai ulama besar dan pengarang kitab Sabilal Muhtadin. Bahkan kitab ini menjadi rujukan penting dalam penerapan hukum Islam di Asia Tenggara.

Sosok Datu Kalampayan juga dihormati lintas generasi dan banyak memiliki keturunan yang juga menjadi ulama besar, termasuk KH Zaini bin Abdul Ghani (Guru Sekumpul).

Dikutip dari siniar Sekretariat Negara (Setneg), proses pengusulan dilakukan secara berjenjang, dimulai dari masyarakat di tingkat kabupaten dan kota, kemudian dikaji oleh tim peneliti dan pengkaji gelar daerah. 

Adapun tim terdiri dari akademisi, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan gubernur, sebelum akhirnya diajukan kepada tim peneliti dan pengkaji gelar tingkat pusat di bawah koordinasi Kementerian Sosial.

Khusus gelar pahlawan nasional terbaru, terdapat 49 nama yang diisulkan. Mereka terdiri dari 40 nama baru dan 9 nama dari usulan sebelumnya. Selanjutnya Dewan Gelar menyeleksi 24 nama prioritas, sebelum Presiden memilih 10 nama.

Berikut daftar lengkap 10 tokoh yang mendapatkan gelar pahlawan nasional terbaru:

1. KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) – Jawa Timur (Pahlawan dalam Bidang Perjuangan Politik dan Pendidikan Islam)
2. Jenderal Besar TNI Soeharto – Jawa Tengah/Pahlawan dalam Bidang Perjuangan
3. Marsinah – Jawa Timur/Pahlawan dalam Bidang Perjuangan Sosial dan Kemanusiaan
4. Prof Dr Mochtar Kusumaatmadja – Jawa Barat/Pahlawan dalam Bidang Perjuangan Hukum dan Politik
5. Hj Rahmah El Yunusiyyah – Sumatera Barat/Pahlawan dalam Bidang Perjuangan Pendidikan Islam
6. Jenderal TNI (Purn) Sarwo Edhie Wibowo – Jawa Tengah/Pahlawan dalam Bidang Perjuangan Bersenjata
7. Sultan Muhammad Salahuddin – Nusa Tenggara Barat/Pahlawan dalam Bidang Perjuangan Pendidikan dan Diplomasi
8. Syaikhona Muhammad Kholil – Jawa Timur/Pahlawan dalam Bidang Perjuangan Pendidikan Islam
9. Tuan Rondahaim Saragih – Sumatera Utara/Pahlawan dalam Bidang Perjuangan Bersenjata
10. Zainal Abidin Syah – Maluku Utara/Pahlawan dalam Bidang Perjuangan Politik dan Diplomasi