Video Asusila Remaja 17 Tahun Tersebar hingga Situs Porno, Polres Batola Mulai Penyidikan

Dari sekian perkara yang ditangani Polres Barito Kuala (Batola) dalam rentang Agustus hingga Oktober 2026, terselip kasus pornografi yang sudah memasuki tahap penyidikan.

Nov 5, 2026 - 20:56
Nov 6, 2026 - 01:56
Video Asusila Remaja 17 Tahun Tersebar hingga Situs Porno, Polres Batola Mulai Penyidikan
Ilustrasi seseorang menonton video asusila yang tersebar di website melalui gawai. Foto: Freepik

KABARKALSEL.COM, MARABAHAN - Dari sekian perkara yang ditangani Polres Barito Kuala (Batola) dalam rentang Agustus hingga Oktober 2026, terselip kasus pornografi yang sudah memasuki tahap penyidikan.

Adapun perkara pornografi dimaksud berkaitan dengan dugaan pembuatan video hubungan intim yang kemudian disebarkan ke platform digital.

Tidak hanya penyebaran video, penyidikan tindak pidana tersebut juga terkait dugaan persetubuhan dengan anak perempuan di bawah umur. 

"Setelah dilaporkan beberapa waktu lalu, perkara pornografi juga sudah memasuki tahapan penyidikan," papar Kapolres Batola AKBP Susilawati, melalui Kasat Reskrim Iptu Joko Sunarwan, Kamis (05/11/2026). 

"Khusus dugaan tindak pidana persetubuhan dengan anak yang ditangani Subdit IV Ditreskrimum Polda Kalimantan Selatan. Sedangkan dugaan penyebaran video ditangani Unit PPA Satreskrim Polres Batola," tambahnya.

Perkara tersebut bermula sekitar awal Maret 2026 di Kecamatan Marabahan, ketika anak pelapor yang masih berusia 17 tahun bertemu dengan seorang teman perempuan.

Kemudian teman anak korban tersebut mengeluarkan ponsel, dan memperlihatkan tangkapan layar dari sebuah video lelaki dan perempuan sedang berhubungan intim. 

Sontak anak korban terkejut, lalu mengakui bahwa perempuan dalam rekaman tersebut adalah dirinya.

Lantas anak korban menjelaskan sedang dalam keadaan tidak sadar, setelah meminum minuman yang diberikan si pria dalam video.

Pun anak korban mengakui tak mengetahui bahwa hubungan intim yang terjadi 18 Februari 2026 tersebut direkam oleh si pria. Sementara lokasi kejadian diketahui berada di rumah anak korban.

Belakangan anak korban mendapati video berdurasi 1 menit 50 detik itu tersebar di lingkungan sekolah, termasuk dari anggota keluarga yang lain. Bahkan video juga sudah beredar di beberapa situs porno dengan berbagai judul.