WFH ASN Akhirnya Berlaku di Pemprov Kalsel, Imbas Teguran Wakil Menteri Dalam Negeri?
Pemprov Kalimantan Selatan akhirnya mencabut kebijakan tidak menerapkan Work From Home (WFH) untuk Aparatur Sipil Negara (ASN).
KABARKALSEL.COM, BANJARBARU - Pemprov Kalimantan Selatan akhirnya mencabut kebijakan tidak menerapkan Work From Home (WFH) untuk Aparatur Sipil Negara (ASN).
Perubahan kebijakan itu tertuang dalam Surat Edaran Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Kalsel Nomor 100.3.4.1/00652/ORG/2026 tentang Transformasi Budaya Kerja ASN Lingkup Pemprov Kalsel yang berlaku mulai 1 April 2026.
Secara garis besar, isi edaran sama dengan Surat Edaran Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Nomor 800.1.5/3349/SJ tentang Transformasi Budaya Kerja ASN di Lingkungan Pemerintah Daerah.
Salah satunya WFH ditetapkan satu hari selama sepekan setiap Jumat dan berlaku mulai 17 April 2026, serta akan dievaluasi secara berkala setiap dua bulan.
Kemudian WFH dikecualikan untuk pejabat pimpinan tinggi, serta unit layanan strategis seperti kebencanaan, kesehatan, pendidikan, ketertiban umum, hingga administrasi kependudukan.
Berita Terkait: Pemprov Kalsel Tidak Menerapkan WFH, Khawatir ASN Bepergian Keluar Daerah
Selama menerapkan WFO, seluruh ASN ditekankan untuk melakukan efisiensi penggunaan sumber daya. Mulai dari memaksimalkan pencahayaan alam, sedangkan lampu dan AC hanya dinyalakan di area yang benar-benar digunakan.
ASN juga diimbau untuk bijak dalam penggunaan air dan bahan bakar, serta mengoptimalkan penggunaan transportasi bersama guna mendukung efisiensi dan pengurangan emisi.
Pencabutan kebijakan tidak menerapkan WFH, terjadi tak lama setelah Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya Sugiarto, menegaskan akan mengevaluasi pemerintah daerah yang tidak menjalankan kebijakan efisiensi, termasuk penerapan WFH.
"Semua pemerintah daerah harus menyesuaikan dan memastikan sistem pengawasan," papar Bima tentang pemerintah daerah yang tidak menyesuaikan AWH dikutip dari Antara, Kamis (09/04/2026).
"Memang terdapat beberapa pemerintah daerah yang semula berbeda. Namun setelah dikomunikasikan, mereka bisa memahami dan kemudian menyesuaikan," tambahnya.



