325 Stan Penuh! Kalsel Expo 2026 Menargetkan Transaksi Rp15 Miliar
Kalsel Expo 2026 resmi dibuka di Kompleks Perkantoran Pemrov Kalimantan Selatan di Banjarbaru, Rabu (12/08/2026). Pameran ini digelar lebih besar dengan 325 stan dan target transaksi mencapai Rp15 miliar.
KABARKALSEL.COM, BANJARBARU – Kalsel Expo 2026 resmi dibuka di Kompleks Perkantoran Pemrov Kalimantan Selatan di Banjarbaru, Rabu (12/08/2026). Pameran ini digelar lebih besar dengan 325 stan dan target transaksi mencapai Rp15 miliar.
Target tersebut meningkat dibandingkan pelaksanaan 2025 yang mencatat transaksi sekitar Rp14 miliar. Dari 325 stan yang tersedia, sebanyak 100 stan secara khusus disiapkan untuk pelaku UMKM.
Jumlah stan UMKM pun meningkat dua kali lipat dibandingkan edisi sebelumnya yang hanya sekitar 50 stan. Penambahan ini dilakukan seiring peningkatan minat pelaku UMKM.
Kalsel Expo yang menjadi rangkaian Hari Jadi ke-76 Kalsel tersebut dibuka Gubernur H Muhidin bersama Ketua TP PKK Hj Fathul Jannah, Wakil Gubernur H Hasnuryadi Sulaiman, dan Ketua BKOW drg Ellyana Trisya.
Berlangsung hingga 18 Agustus 2026 dan buka setiap hari pukul 10.00 hingga 22.00 Wita, Kalsel Expo tidak hanya menampilkan produk daerah.
Kalsel Expo 2026 juga mempertemukan instansi pemerintah, pelaku usaha, BUMN/BUMD, swasta, organisasi, lembaga keuangan hingga Kedutaan Besar Iran.
Untuk memudahkan masyarakat datang ke lokasi, Pemprov Kalsel menyediakan layanan shuttle bus gratis dari Halte Universitas Lambung Mangkurat (ULM).
Dalam sambutan yang dibacakan Hj Fathul Jannah Muhidin, Muhidin menilai Kalsel Expo 2026 harus menjadi ruang pelaku usaha untuk memperluas jaringan, sekaligus mencari pasar baru.
"Bagaimanapun UMKM memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian daerah. Makanya produk lokal tidak cukup hanya dikenal di pasar lokal, tetapi perlu didorong agar mampu bersaing secara nasional hingga internasional," papar Fathul Jannah.
"Namun peluang tersebut harus diikuti dengan peningkatan kualitas produk. Mulai dari kemasan, sertifikasi hingga pemenuhan standardisasi," imbuhnya.

