Belasan Saksi Diperiksa, Polisi Ungkap Kronologis Sementara Kematian Dua Siswa Al Furqan Banjarmasin
Polisi terus mendalami kematian dua siswa MTs Muhammadiyah 3 Banjarmasin dalam perkemahan di Kompleks Universitas Muhammadiyah Banjarmasin (UMB), Kecamatan Alalak, Barito Kuala (Batola), Minggu (06/09/2026).
KABARKALSEL.COM, MARABAHAN - Polisi terus mendalami kematian dua siswa MTs Muhammadiyah 3 Al Furqan Banjarmasin dalam perkemahan di Kompleks Universitas Muhammadiyah Banjarmasin (UMB), Kecamatan Alalak, Barito Kuala (Batola), Minggu (06/09/2026).
Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan rangkaian kejadian yang menyebabkan kedua siswa ditemukan berada di dalam kolam.
Berdasarkan pemeriksaan sementara, insiden tersebut terjadi setelah sekitar 60 siswa mengikuti wide game dalam rangkaian perkemahan pramuka. Seusai mengikuti permainan, para siswa kemudian membersihkan diri di kolam.
"Awalnya digelar wide game yang diikuti sekitar 60 siswa. Selanjutnya mereka membersihkan diri di kolam," jelas Kapolres Batola AKBP Susilawati, melalui Kapolsek Alalak Ipda Bistok Berkat Andrew Panjaitan, Selasa (08/09/2026).
Selang beberapa waktu, keberadaan kedua korban diketahui tidak berada dalam kelompok. Selanjutnya panitia dan peserta lain melakukan pencarian di sekitar lokasi.
Pencarian akhirnya mengarah ke kolam dan akhirnya kedua korban ditemukan dalam kondisi kritis di dalam kolam. Kemudian mereka langsung dievakuasi dan diberikan pertolongan pertama.
Berita Terkait:
Tragedi Perkemahan MTs Al Furqan Banjarmasin, Keluarga Soroti Kolam dan Respons Sekolah
Korban juga sempat dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat mendapatkan penanganan medis, tetapi nyawa mereka tidak dapat diselamatkan.
"Terkait kejadian tersebut, kami sudah melakukan olah tempat kejadian perkara bersama Unit Identifikasi Satreskrim Polres Batola," papar Bistok.
"Kami juga mengamankan barang bukti dan meminta keterangan belasan saksi yang terdiri dari panitia penyelenggara dan rekan-rekan korban," sambungnya.
Namun polisi belum dapat mengambil kesimpulan terkait penyebab maupun rangkaian lengkap insiden tersebut. Seluruh keterangan yang diperoleh masih harus diverifikasi dan dicocokkan dengan temuan di lapangan.
"Kami juga meminta keterangan dari keluarga korban. Namun kami belum dapat membuat kesimpulan, karena harus memverifikasi semua keterangan," tukas Bistok.
"Tentunya penanganan harus dilakukan menyeluruh untuk mendapatkan gambaran kejadian sebenarnya. Kami juga memastikan penanganan dilakukan secara objektif, transparan dan profesional," tegasnya.

